Berita

Kantor KPK/net

Politik

Rakyat Percaya KPK Tidak Takut Setya Novanto

SENIN, 06 MARET 2017 | 14:47 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan beberapa "nama besar" akan disebut dalam persidangan tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP tahun anggaran 2011-2012.

Spekulasi bermunculan. Prediksi mengenai nama-nama besar itu beredar berdasar pemberitaan di media massa. Para tokoh yang pernah diperiksa KPK sebagai saksi E-KTP di antaranya adalah Setya Novanto (Ketua DPR RI), Agus Martowardojo (mantan Menkeu, kini Gubernur BI), dan Anas Urbaningrum (mantan Ketua Umum Partai Demokrat).

Selanjutnya, Gamawan Fauzi (mantan Mendagri), Ganjar Pranowo (mantan anggota Komisi II DPR, kini Gubernur Jawa Tengah), Muhammad Jafar Hafsah (mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI), Olly Dondokambey (politikus PDIP, kini Gubernur Sulawesi Utara) dan Yasonna Laoly (Menteri Hukum dan HAM).


Keberadaan Setya Novanto dalam daftar itu cukup menonjol. Ia telah diperiksa KPK sebanyak tiga kali, pada 13 Desember 2016, 4 Januari 2017, dan 10 Januari 2017. Setya Novanto memiliki jabatan prestisius selain Ketua DPR, yaitu Ketua Umum Partai Golkar.

Koordinator Jaringan Rakyat Anti Korupsi (JARAK), Dimas, dalam keterangan persnya, mengatakan, penuntasan kasus E-KTP memerlukan tiga hal. Pertama, keberanian dari KPK, Kedua, penugasan hakim yang tepat untuk memimpin sidang, Dan ketiga pemerintah tidak mengintervensi kasus tersebut.

"Ketiga hal di atas adalah kunci penutasan kasus korupsi E-KTP, mengingat banyak nama besar yang diduga terkait. Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah Setya Novanto," ujarnya.

Seperti diberitakan berbagai media massa, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, menuding Setya sebagai pengatur proyek dan penentu besaran fee bagi anggota di parlemen. Setya juga diduga mengatur konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia sebagai pemenang tender.

Posisi Setya Novanto sebagai Ketua DPR-RI dan ketua umum partai pendukung Jokowi di Pilpres 2019 tentu mempunyai konsekuensi goncangan politik.

"Tapi rakyat percaya KPK tidak takut dengan Setya Novanto dalam membongkar kasus korupsi pengadaan E-KTP," jelasnya.

Menurut Dimas, jika kasus pengadaan E-KTP tuntas sampai ke akar-akarnya maka bakal menjadi harapan baru masyarakat. Publik akan percaya supremasi hukum dapat berdiri tegak di Indonesia. Penyitaan aset korupsi akan menjadi pemasukan yang sangat berguna bagi negara di tengah kondisi defisit anggaran.

"Kami mendukung penuh KPK dan kami sangat yakin seluruh rakyat ada bersama KPK dalam penuntasan kasus tersebut. Jadi KPK jangan takut untuk memberantas korupsi sebagaimana tujuan pendirian KPK," tegasnya. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya