Berita

Politik

Inilah 4 Dokumen Yang Diteken Di KTT IORA

SENIN, 06 MARET 2017 | 06:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Leader's Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA) yang digelar mulai 5 hingga 7 Maret di Jakarta akan menghasilkan empat dokumen. KTT ini dihadiri oleh 16 pemimpin negara dan tujuh utusan setingkat menteri.

Keempat dokumen tersebut akan ditandatangani oleh para pejabat setingkat Kepala Negara untuk mendorong kawasan Samudera Hindia menjadi damai, stabil dan sejahtera.

Begitu kata Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri, Siti Sofia Sudarma dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/3).


"Keempat dokumen yang dihasilkan itu meliputi IORA Concord, IORA Action Plan, IORA Declaration on Preventing and Countering Terrorism and Violent Extremism dan yang terakhir Joint Declaration of the IORA Business Community to Build Partnerships for a Sustainable and Equitable Economic Growth," ujarnya.

“Keempat dokumen itu sudah dibahas pada pertemuan tingkat pejabat tinggi di hari Minggu (5/3) dan sudah mendapatkan dukungan dari 21 negara anggota IORA dan 7 mitra dialog,” lanjut Siti.

Dijelaskan Siti bahwa secara berjenjang keempat dokumen akan didiskusikan pada level menteri di hari Senin. Setelah tingkat Menteri, nanti disahkan pada tingkatan kepala negara atau perdana menteri pada hari ini, Selasa (7/3).

Lebih lanjut, Siti menjabarkan masing-masing dokumen tersebut. IORA Concord atau Jakarta Concord merupakan dokumen strategis yang berisi visi dan norma kerja sama IORA ke depannya untuk memperkuat arsitektur regional dalam menghadapi tantangan masa depan.

Sementara IORA Action Plan memuat aksi implementasi dari Jakarta Concord dan memperkuat implementasi komitmen área prioritas dan lintas sektoral.

IORA Declaration on Preventing and Countering Terrorism and Violent Etremism merupakan dokumen yang menyepakati bersama negara-negara anggota IORA mengenai pentingnya memerangi terrorism dan kekerasan ektrimis.

"Dokumen terakhir, Joint Declaration of the IORA Business Community to Build Partnerships for a Suistanable Economic Growth memperkuat kerjasama dan kemitraan untuk perluasan dan diversikasi perdagangan dan investasi, dengan UKM sebagai fokusnya," jabar Siti. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya