Berita

Sohibul Iman/Net

Politik

Partai Pendukung Anies-Sandi Desak KPU Perbaiki Masalah Di Putaran Pertama

MINGGU, 05 MARET 2017 | 18:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai pendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI untuk melakukan perbaikan atas berbagai penyimpangan dan kecurangan yang terjadi di putaran pertama Pilgub DKI.

Hal ini sebagaimana disampaikan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman yang mengaku menemukan banyak praktik penyimpangan baik di hulu maupun di hilir selama penyelenggaran Pilkada DKI putaran pertama.

Sohibul mencatat masih ada kesemrawutan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan penerbitan surat keterangan (suket) yang belum sesuai aturan.


"Masih ada misteri antara jumlah yang dikeluarkan dengan yang riil mengikuti Pilkada," ujar Sohibul dalam konferensi pers di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (5/3).

Sebagai partai pendukung Anies-Sandi yang melaju ke putaran kedua, PKS meminta pemerintah, KPU, dan Bawaslu DKI bertindak jujur, adil, terbuka, bertanggung jawab, dan profesional dalam pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta.

Apalag, Sohibul mengaku mendapat banyak laporan dari lapangan yang menyebut ada beberapa standar aturan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang masih terlihat longgar.

Seperti keharusan membawa formulir C6 yang harus dicocokkan terlebih dahulu.

"Namun, masih ada di lapangan yang cukup mudah melakukan pencoblosan tanpa formulir yang seharusnya atau hanya bermodal e-KTP," papar dia.

Bahkan, ungkap Sohibul, tim Anies-Sandi yang diusung PKS dan Gerindra menemukan praktik politik uang yang bisa mencederai proses Pilkada terutama putaran dua.

"Kami temukan adanya praktik money politic (politik uang) ini saya kira beberapa hal yang kami temukan," tukas Sohibul Iman. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya