Berita

Foto: Net

Dunia

Korea Selatan Janjikan Uang Lebih Besar untuk Tentara Korea Utara yang Membelot

MINGGU, 05 MARET 2017 | 17:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Untuk mendapatkan informasi berharga terkait keamanan nasional Korea Utara, pemerintah Korea Selatan berjanji akan meningkatkan bayaran bagi pembelot Korea Utara.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan dalam keterangan di Seoul, hari Minggu (5/3), menjanjikan bayaran sebesar 1 miliar won atau setara 864 ribu dolar AS bagi warganegara Korea Utara yang dapat memberikan informasi berharga itu.

Menurut harian berbahasai Inggris di Seoul, Korea Times, rencana menaikkan bayaran itu sudah dibahas sejak beberapa waktu lalu. Bila kenaikan itu memang bisa terwujud, maka ini adalah kali pertama sejak 1997.


Bayaran tertinggi sebesar 1 miliar won akan diberikan kepada warganegara Korut yang melarikan diri dengan pesawat tempur atau kapal perang. Jumlah ini empat kali lebih besar dari jumlah yang diberikan sekarang. Begitu juga dengan pembelot yang sudah berada di Korsel, akan mendapatkan jumlah yang sama.

Sementara yang melarikan diri ke Korea Selatan sambil membawa tank atau pesawat dapat menerima uang sebesar 300 juta won, atau enam kali lebih besar dari jumlah yang ada sekarang.

Sementara pembelot yang membawa senjata artileri dan senjata mesin bisa mendapatkan 5o juta won.

Kementerian Unifikasi akan memberikan penilaian informasi intelijen berdasarkan standar kredibilitas dan keaslian.

Rencana Korea Selatan ini dinilai menyasar tentara Korea Utara. Begitu dikatakan Kim Seong-cheol, Presiden Radio Reformasi Korea Utara.

"Setelah pembunuhan Kim Jong-nam, ada kekagetan di kalangan petinggi (Korea Utara) di China. Tawaran ini tentu menarik bagi mereka," ujar Kim. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya