Polisi masih menelusuri latar belakang Yayat Cahyadi alias Abu Salam, pelaku ledakan di lapangan Pandawa, Cicendo, Bandung , Jawa Barat, Senin lalu (27/2). Salah satunya lewat keluarga pelaku yang saat ini masih belum menjemput jasadnya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Kita ingin menanyakan kepada keluarga terkait aktivitas dan kehidupan pelaku. Termasuk, ingin mengetahui siapa saja teman-temannya selama setahun belakangan ini," kata Karo Penmas Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto di kantornya, Jumat (3/3).
Pasalnya, pelaku sempat diungsikan saat kejadian tersebut berlangsung. Sehingga, keterangan dari pihak keluarga diharapkan dapat membantu kepolisian dalam menguak aktifias pelaku sebelum insiden terjadi.
"Karena pada waktu kejadian, pagi harinya, Yayat sempat diungsikan dulu, entah kemana. Saat ini, sedang ditelusuri keberadaanya. Paling tidak dari keluarganya akan dapat informasi yang baik untuk dikembangkan," urainya.
Menurut pengamat terorisme, Al Chaidar, Yayat diyakini merupakan sel dari jaringan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Mereka menjadi simpatisan kelompok radikal Islam Mujahidin Indonesia Barat (MIB) di bawah naungan Abu Robban.
"Kasus teror bom di Bandung, masuk ke kelompok MIB," tuturnya beberapa waktu lalu.
Serangan sel-sel yang juga dikomandoi Bahrun Naim itu, lanjutnya memang tidak berdampak besar. Tapi, bisa dilakukan siapa saja untuk merancang serangan-serangan.
Mengingat, sel-sel yang diperkirakan berjumlah 200 ribu orang se-Indonesia itu belajar secara otodidak. Salah satunya, membuat bom panci.
Seperti diketahui, Yayat tewas tertembus timah panas di bagian dada oleh aparat. Nyawanya tidak tertolong sata dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara, Bandung.
Yayat ditembak di Kantor Kelurahan Arjuna, Kota Bandung usai meledakkan bom panci di Lapangan Pandawa.
Mantan residivis kasus terorisme itu terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan saat hendak diamankan petugas.
Saat ini, jenazah Yayat masih diotopsi di RS Kramatjati. Namun, belum ada pihak kelurga Yayat yang datang ke untuk memastikan identitasnya.
[zul]