Berita

Politik

KPU Sedang Susun Indikator Melek Politik

JUMAT, 03 MARET 2017 | 06:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Indikator Melek Politik dan Metode Pengukurannya, di Jakarta, Kamis (2/3).

Hadir dalam FGD tersebut para pakar dan pegiat pemilu, Sri Budi Eko Wardani (dosen Universitas Indonesia), Muhammad Afifuddin (Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat), Titi Anggraini (Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi), dan Mada Sukmajati (dosen Universitas Gajah Mada).

Melek politik menjadi salah satu faktor yang berperan dalam menentukan kualitas pemilu di suatu negara. Meningkatnya tingkat melek politik seharusnya berkorelasi positif dengan peningkatan angka partisipasi pemilih.


Salah satu metode dalam meningkatkan angka melek politik ialah melalui pendidikan pemilih. Pendidikan pemilih menjadi jantung bagi penyelenggara pemilu untuk menciptakan pemilih cerdas.

Pemilih cerdas inilah yang bisa menjadi salah satu gambaran keberhasilan tingkat melek politik, sehingga tingkat melek politik sering dianggap sebagai variabel penting keberhasilan pendidikan pemilih.

Untuk itu diperlukan suatu kajian terkait pengukuran tingkat melek politik, sehingga kebijakan yang diambil oleh penyelenggara pemilu sesuai dengan akar permasalahan yang terjadi di lingkungan pemilih.

Belum adanya instrumen untuk mengukur tingkat melek politik sampai saat ini, maka perlu dirumuskan instrumen pengukuran tingkat melek politik dan bagaimana metode pengukurannya.

Lewat FGD ini diharapkan dapat terindentifikasi bahan untuk menyusun instrumen pengukuran tingkat melek politik dan bagaimana metode pengukuran tingkat melek politik serta rumusan pokok-pokok dalam menyusun pengukuran tingkat melek politik. [rus]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat Atasi Stagnasi Produksi Sawit

Senin, 25 Mei 2026 | 22:17

Agustina Dorong Denok Kenang Jadi Wajah Baru Semarang

Senin, 25 Mei 2026 | 22:12

Alarm Administrasi Publik

Senin, 25 Mei 2026 | 22:05

Daging Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal akan Disalurkan ke Pesantren

Senin, 25 Mei 2026 | 21:49

Jemaah Haji Diminta Disiplin dan Jaga Kesehatan Menuju Arafah

Senin, 25 Mei 2026 | 21:38

Majelis Etik Ombudsman Dalami Dugaan Pelanggaran Hery Susanto

Senin, 25 Mei 2026 | 21:32

Standardisasi Kemasan ala Kemenkes Berpotensi Picu Dampak Sosial Ekonomi

Senin, 25 Mei 2026 | 21:27

Dilema Etis Keterbatasan Fiskal Sektor Kesehatan

Senin, 25 Mei 2026 | 21:26

Walikota Agustina Sambut Biksu Thudong di Pelataran Masjid Semarang

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10

Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Pesta Bola Terbesar Siap Mengguncang Benua Amerika

Senin, 25 Mei 2026 | 20:19

Selengkapnya