Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menyambut baik konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI). Wantimpres menilai IRI sebagai pendekatan kemakmuran baru bagi Indonesia dapat diimplementasikan.
"Saya pikir ide ini (IRI) dapat diimplementasikan dan sejalan dengan fokus perhatian Presiden saat ini, yakni mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial," ujar anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto di Gedung Wantimpres, Jakarta, Rabu (1/3).
Pernyataan itu disampaikan Sidarto ketika menerima Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Letjen (Purn) Kiki Syahnakri dan Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada-Gerakan Satu Bangsa, AM Putut Prabantoro. Di berbagai kesempatan Kiki menyampaikan PPAD mendukung dan berharap IRI yang digagas Gerakan Ekayastra Unmada yang anggotanya para wartawan, bisa diwujudkan.
Sidarto mengatakan tim di Wantimpres yang terdiri dari para ilmuwan akan segera membuat naskah pertimbangan tentang IRI untuk disampaikan ke Presiden Jokowi.
"Kita akan sampaikan pada kesempatan pertama. Memang bahan pertimbangan itu hanya tiga halaman. Tetapi, biasanya Presiden Jokowi memberikan waktu yang cukup kepada Wantimpres untuk membicarakan pertimbangan yang diberikan," ujar Sidarto.
Sidarto meyakinkan selama ini Presiden Jokowi selalu memperhatikan dan menindaklanjuti apa saja yang telah disampaikan oleh Wantimpres.
"Saya berterima kasih kepada Pak Kiki dan Pak Putut serta rekan-rekan atas konsep yang idealis ini. Kita juga beruntung memiliki Presiden yang mau menerima keluh kesah. Apalagi, yang datang ke sini (Wantimpres) biasanya orang-orang yang idealis," tuturnya.
Sidarto menekankan bahwa dalam rapat-rapat terakhir Wantimpres, Presiden Jokowi selalu menekankan soal kesejahteraan dan keadilan sosial. Apalagi, ujarnya, fakta di Indonesia saat ini sumber daya alam dikuasai oleh hanya 1 persen rakyat Indonesia.
"Bahkan, yang terakhir, Presiden Jokowi berbicara lagi tentang kesejahteraan dan keadilan sosial ini. Menurut saya, yang disampaikan ini (IRI) sebenarnya nyambung dengan arahan Presiden, yang prihatin dengan kondisi kesenjangan sosial yang masih cukup lebar. Jadi, betul, ini priority beliau," katanya.
Selain Sidarto hadir pada pertemuan itu Ketua Wantimpres Sri Adiningsih, anggota Wantimpres Suharso Monoarfa, Sekretaris Wantimpres IGK Manila dan Sekretaris Anggota Wantimpres Julie Trisnadewani.
Turut hadir pula Prof DR Munawar Ismail DEA (Universitas Brawijaya), Prof DR HB Isyandi, MSc (Universitas Riau) dan DR Ir Bernaulus Saragih MSc (Universitas Mulawarman), tiga dari 14 profesor dan doktor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang mendukung konsep IRI, serta wartawan senior Asni Ovier (Suara Pembaruan), Gora L Kunjana (Investor Daily) dan Ade Mulyana (Rakyat Merdeka Online).
Adapun 11 akademisi lain yang ikut mendukung IRI yakni Prof Dr Ir Darsono MS (Universitas Sebelas Maret, Surakarta), Dr Syamsudin (Universitas Muhammadiyah Surakarta), Prof Mudrajad Kuncoro PhD (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta), Dr Y Sri Susilo MSi (Universitas Atma Jaya Yogyakarta), Dr D Wahyu Aryani MT (Universitas Maranatha Bandung), Prof Dr Djoko Mursinto MEc (Universitas Airlangga Surabaya), Prof Dr Tulus Tambunan (Universitas Tri Sakti Jakarta), Sari Wahyuni MSc PhD (Universitas Indonesia Jakarta), Winata Wira SE MEc (Universitas Maritim Raja Ali Haji, Kepri), Dr Agus Trihatmoko (Universitas Surakarta), Prof. Dr. Werry Darta Taifur, SE (Universitas Andalas, Padang).
[ian]