Kehadiran Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud dan rombongan di Indonesia mendapat sambutan baik netizen Tanah Air. Netizen tidak hanya membicarakan pentingnya Arab Saudi dan Indonesia mempererat hubungan, juga membicaraÂkan para pangeran Arab.
Kunjungan Raja Salman tidak saja menjadi pemberitaan luas media massa, juga menjadi buah bibir masyarakat luas, yang tercermin pada pembicaraan netizen Tanah Air.
Kunjungan Raja Salman istimewa bukan saja sebagai napak tilas pendahulunya 47 tahun silam, Raja Faisal Ibn Abdul Aziz al-Saud, juga karena besarnya jumlah delegasi 1500 orang, menyertakan 14 menÂteri, 25 pangeran, dan menghabiskan 9 hari di Tanah Air.
Topik lain yang juga ramai dibaÂhas netizen Tanah Air, terutama kaum hawa adalah sosok Pangeran Muhammad bin Salman, putra Raja Salman yang menjabat Deputi Putra Mahkota dan Menteri Pertahanan Arab Saudi.
Foto-foto Pangeran Muhammad dengan aneka pose beredar luas di jagad media sosial Tanah Air dan pesan berantai
What's Up sebelum delegasi Raja Salman tiba.
Di negaranya, Pangeran Muhammad dipandang sebagai tolak ukur bagi generasi muda. Saking hebatÂnya, para diplomat menjulukinya 'Tuan Segalanya.'
Bagaimana tidak? Selain bertanggung jawab atas kebijakan ekonomi negara, di usianya yang masih 31 tahun, Pangeran Muhammad juga menjabat pucuk pimpinan di bidang militer. Dia Menteri Pertahanan Arab Saudi.
Pengguna Twitter dengan akun @ diasana_reska94 tak sungkan memuji ketampanan Pangeran Muhammad.
"Meskipun di Cipanas banyak Arab, tapi kayaknya lebih ganteng pangeran yang dibawa Raja Salman deh. Uchh bungkus dong satu, yang karetnya dua."
"Pangeran arab nya minta 1 dong yang ganteng *seketika lupa sama Jongupn," kicau akun @deeseoul.
"Ini nih pangeran Arab yang ganteng. Lumayan jadi pengusaha minyak nanti. Pingennya yang sipit, kalau senyum matanya nggak keliÂhatan, ada?" tanya @rizki_izi.
"Ndelok tv, moco berita isine kok raja salman kabeh. Lha ndi pangeran arab sing jarene ganteng-ganteng ," tweet @ MahbubIsti dalam bahasa Jawa.
Menurut akun @Irani507, ketamÂpanan Pangeran Muhammad mengingatkannya pada kisah ketampanan Nabi Yusuf, "Lihat pangeran Arab ganteng. Jadi ingat Nabi Yusuf, kayak gimana gantengnya ya pasti si pangeran lewat hahaha."
"Dasar cewek-cewek pada ganjen dan guatelan," cibir akun Facebook Wong Karawang.
Pangeran Muhammad merupakan lulusan hukum Universitas Raja Saud Riyadh. Dia sudah menikah. Muhammad dikaruniai dua putra dan dua putri. Muhammad mengaku, hanya ingin menikah sekali seumur hidup.
Menurut akun @lisa_elyaza, waÂjar Pangeran Muhammad berwajah tampan. "Wajarlah tuh pangeran Arab ganteng, lah duitnya banyak. Kalau banyak duit tapi jelek, baru lo boleh heboh..LOL..," sindirnya.
Tak mau kalah, netizen @ MariaAnnie5 mengklaim suaminya lebih tampan dibanding Pangeran Muhammad, "Bukan bermaksud somÂbong. Alhamdulillah, suami ku lebih ganteng dibanding Pangeran Arab."
Di Facebook, akun Sayyidah Cholifah Annafisah mengingatkan agar jangan hanya menilai ketampanan Pangeran Muhammad. "Fisik itu tak abadi. Yang paling abadi adalah hal yang diridhoi Allah," pesannya.
Sementara akun Facebook menyoroti kontroversi pemimpin militer Arab Saudi itu dalam perang Yaman. "Muda, kaya, ganteng, anak raja tapi kelakuanÂnya biadab. Pembantai rakyat Yaman yang tidak berdosa," kecam Ali Bima.
"Kirim surat aja langsung, siapa tahu ditangani oleh PBB dan diÂusut," saran akun Jalu Widhy merÂespons kecaman Ali Bima.
Beberapa tokoh berkomentar agak serius di akun media sosial. Misalnya, Guru Besar Filsafat UIN Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat melalui akun Twitter @komar_hiÂdayat harap-harap cemas menunggu nominal investasi Arab Saudi di Indonesia. "Kita tunggu, lebih besar mana investasi Raja Salman, Malaysia atau Indonesia?" cuitnya.
"Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz ke RI menjadi momentum bermakna bagi hubungan kedua negara," cuit Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Romahurmuziy melalui akun @ MRomahurmuziy.
Sementara akun @Dandhy_ Laksono tidak ambil pusing soal Raja Arab. Ia malah memperkenalÂkan salah satu raja di Tanah Air yang ia kagumi. "Saya tidak kenal Raja Arab, tapi kenal Raja Boti di Pulau Timor. Kerja bakti paling depan, dilayani makan paling belakangan.
Coming soon," kicaunya.
Dalam pertemuan dengan Raja Salman, kemarin, Presiden Joko Widodo membahas beberapa hal. Di antaranya, meminta penambahan kuota haji dan peningkatan investasi Saudi di Indonesia. Salah satunya proyek kilang minyak Pertamina-Saudi Aramco di Cilacap.
"Indonesia mengharapkan pemÂberian kemudahan akses pasar bagi produk Indonesia terutama produk halal, perikanan, obat-obatan, alat kesehatan, produk tekstil dan garÂmen Indonesia," urai Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut beberapa topik pembahasan dalam pertemuan Jokowi dengan Raja Salman.
Menteri Retno menambahkan, Jokowi dan Raja Salman sama-sama berkomitmen meningkatkan kerja saÂma di sejumlah bidang. Kerja sama itu dituangkan dalam 11 nota kesepahaÂman (Mou), yang akan ditindaklanjuti para menteri dua negara. ***