Berita

Politik

Apjati Berharap Jokowi-Raja Salman Bahas Perlindungan TKI

RABU, 01 MARET 2017 | 11:26 WIB | LAPORAN:

Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (Apjati) mengharapkan Indonesia memanfaatkan kunjungan Raja Salman dan rombongannya ke Indonesia membahas perlindungan tenaga kerja Indonesia yang saat ini masih sekitar satu juta lebih di negara teluk itu.

"Diperkirakan terdapat 500 ribu lebih TKI yang masa kerjanya sudah habis (over stay) dan kami berharap Kerajaan Saudi berkenan memutihkannya dan memberi izin kerja baru," kata Ketua Apjati Ayub Basalamah di Jakarta, kemarin.

Dia juga memberi apresiasi pada Kerajaan Saudi yang terus meningkatkan kualitas perlindungan TKI termasuk memperbaiki upah dan hak-hak lainnya.


Dijelaskan, sejarah penempatan TKI ke Saudi bermula dari kebutuhan akan asisten rumah tangga di kalangan keluarga Kerajaan Saudi. Kondisi itu, mensyaratkan kondisi tertentu yang harus dipenuhi penyedia jasa TKI.

Kebutuhan itu melebar ke masyarakat umum yang juga membutuhkan asisten rumah tangga, khususnya dari Indonesia yang dinilai cekatan, ramah dan rajin, dan terutama lagi sesama muslim.

Tingginya minat akan TKI, khususnya asisten rumah tangga ke Saudi menjadikan penempatan ke Saudi menjadi masif dan menimbulkan ekses, baik karena faktor majikan maupun TKI yang belum siap.

Ekses itu menjadi sorotan, meskipun angkanya relatif kecil jika dibandingkan dengan total penempatan TKI ke negara itu. Kondisi itu menimbulkan kebijakan Pemerintah Indonesia  menghentikan sementara (moratorium) penempatan TKI informal ke Saudi dan sejumlah negara lain di Timur Tengah yang kemudian berujung penutupan secara permanen.
     
Meskipun, masih dalam kondisi moratorium, minat bekerja di Saudi masih tinggi. Penyebabnya, di samping mencari nafkah, pencari kerja melihat peluang beribadah di dua kota suci, Makkah dan Madinah, lebih besar dibandingkan bekerja di negara arab lainnya.
   
Dampaknya, terjadi penempatan TKI secara ilegal atau warga negara menempuh jalan di luar prosedur untuk bisa bekerja di Saudi dan negara lainnya.
   
Karena itu pula, Apjati memberi apresiasi pada Kementerian Hukum dan HAM yang memperketat pengawasan penempatan TKI di kantor-kantor imigrasi. Kebijakan itu untuk mencegah penempatan TKI ilegal yang masih terjadi dengan berbagai cara, seperti dengan alasan umrah, kunjungan wisata, ziarah, "calling visa" dan cara-cara lainnya.

"Pengetatan tersebut mencegah penempatan ilegal. Kami berharap diikuti dengan sanksi yang berefek jera kepada pelaku, baik kepada pengusaha, sponsor, calo dan oknum lainnya yang menjadikan calon TKI sebagai obyek dan menuntun mereka kepada praktik ilegal yang merugikan calon TKI," pungkasnya. [wid]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya