Berita

Anton Charliyan/Net

Pertahanan

Kapolda Jabar: Pelaku Teror Bom Masih Jaringan Lama

SENIN, 27 FEBRUARI 2017 | 11:35 WIB | LAPORAN:

Hitungan kurang lebih dua jam, salah seorang terduga pelaku teror bom panci di Taman Pandawa, berhasil dilumpuhkan setelah sempat terjadi adu tembak dengan personil kepolisian.

Pelaku dalam kondisi hidup meski terluka.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Anton Charliyan bersama jajarannya saat ini tengah meninjau langsung lokasi persembunyian pelaku di lantai dua kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo, kota Bandung, tak jauh dari taman.


Kepada wartawan, Irjen Anton menyebutkan, dugaan sementara pelaku merupakan jaringan lama.

"Masih jaringan lama, pastinya akan didalami lebih lanjut," kata Irjen Anton di lokasi.

Lanjut Kapolda, jaringan lama itu baru bisa diketahui proses setelah proses identifikasi.

Hingga saat ini  area TKP masih dipasangi police line.

"Mungkin dalam hitungan jam Insya Allah bisa dikataskan aman, kami akan segera melepas polisi line kalau sudah aman," imbuh Kapolda.

Pelaku diduga sempat meledakkan lebih dulu bom di Taman Pandawa sebelum lari bersembunyi di kantor kelurahan yang berjarak sekitar 50 meter.

Puluhan polisi langsung mengepung kantor kelurahan dari berbagai sudut. Suara letusan tembakan terdengar. Di lantai dua tempat pelaku bersembunyi juga sempat terdengar letusan disusul api dan asap hitam pekat ketika terjadi penyergapan terhadap pelaku.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya