Berita

Joko Widodo/net

Politik

Jokowi Belum Tugaskan Menteri, Kursi Buat PDIP Masih Digantung

SENIN, 27 FEBRUARI 2017 | 01:35 WIB | LAPORAN:

. Lagi-lagi, proses revisi UU 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau UU MD3 molor. Penyebabnya, DPR belum menerima Surat Presiden (Surpres) mengenai menteri yang ditugaskan untuk membahas revisi itu bersama Dewan.

Padahal, tujuan utama revisi adalah mengakomodir PDI Perjuangan sebagai partai pemenang Pemilu Legislatif 2014 untuk menduduki kursi pimpinan DPR dan MPR. PDIP adalah partai di mana Presiden Joko Widodo "bertugas".

Wacana revisi ini sudah dimulai sejak Desember 2016. Awalnya, PDIP menargetkan revisi bisa selesai bulan itu juga. Tapi, karena memasuki masa reses, revisi ditunda sampai pertengahan Januari saat DPR kembali bersidang.


Di akhir Januari kemarin, rencana revisi ini sudah disahkan rapat paripurna sebagai RUU inisiatif Dewan. Proses selanjutnya adalah pembahasan di Badan Legislatif (Baleg). Namun pembahasan tidak bisa segera dilakukan karena Surpres mengenai pihak pemerintah yang akan ikut membahas revisi itu belum juga diterima Dewan. Sampai DPR kembali memasuki reses pada 24 Februari kemarin, surat itu belum juga datang.

Meski begitu, PDIP masih berusaha menjaga asa. Partai binaan Megawati Soekarnoputri itu yakin, revisi hanya masalah waktu karena semua elemen sudah berkomitmen untuk melakukannya.

“Untuk (revisi) UU MD3, Surpres-nya belum masuk. Ini masalah teknis saja. Komitmen fraksi-fraksi di DPR dan pemerintah terkait revisi ini tidak berubah,” tutur Wakil Ketua Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno, kepada wartawan.

Menurut Hendrawan, keterlambatan Surpres revisi UU MD3 disebabkan oleh segudang draf RUU yang sedang dibahas pemerintah dan DPR. Terakhir, konsentrasi pemerintah dan DPR disita pembahasan RUU Pemilu dan RUU Terorisme. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya