Berita

AHY/Net

Politik

Disambut Antusias Saat SBY Cup, AHY Cocok Pimpin Demokrat

MINGGU, 26 FEBRUARI 2017 | 21:02 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Setelah dinyatakan kalah berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak lagi menampakkan diri di hadapan publik.

Putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini rupanya lebih banyak menghabiskan waktu buat keluarga. Hal ini dilakukannya untuk membayar waktu yang sebelumnya lebih banyak tersita untuk kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.

Pada Sabtu (25/2), untuk pertama kalinya usai Pilkada, Agus kembali muncul di hadapan publik yang berada di Sport Mall Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta Timur.


Kemunculannya di Mahaka Square untuk mewakili sang ayah dalam membuka kejuaraan International Open Karate Champions Susilo Bambang Yudhoyono Cup XIV/2017. Suami dari Annisa Pohan ini didaulat menjadi inspektur upacara dalam pembukaan acara.

Saat tiba di Mahaka Square pada pukul 14.15 WIB, Agus tidak memberikan komentar sedikitpun kepada awak media. Dia lebih memilih segera masuk ke arena pertandingan.

Kedatangannya disambut histeria teriakan dari para peserta kejuaraan, dimana diikuti siswa SD hingga orang dewasa dan dari tingkat yang rendah hingga yang tertinggi. Menanggapi sambutan peserta, Agus pun hanya melambaikan tangannya.

Panitia pelaksana Kejuaraan Karate SBY Cup XIV, Jackson Kumaat memberikan pujian kepada AHY dengan sebutan sebagai kstaria karena telah tampil dalam Pilkada DKI Jakarta, meski akhirnya kalah. Menanggapi pujian dari panitia acara tersebut, Agus pun hanya bisa bertepuk tangan.

"Terima kasih Mas Agus yang telah mengajarkan kami bersikap ksatria," kata Jackson Kumaat di hadapan ribuan peserta Kejuaraan Karate SBY Cup XIV, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (26/2).

Setelah laporan ketua panitia usai, Agus pun diberi kesempatan untuk menerima secara simbolis Piala Kejuaraan SBY Cup. Kemudian, dia pun berbalik ke tempat inspektur upacara, lalu memberikan sambutan.

AHY meminta para peserta untuk menjadi ksatria. Karena karate kata dia, mengajarkan jiwa ksatria yang sportif.

"Saya mendapatkan amanah dari Bapak SBY, saya merasa sangat bahagia, bersyukur dan bangga hati, karena berada di tengah-tengah anggota kejuaraan dari 33 Provinsi di Indonesia," kata Agus.

Menurutnya, karate mengajarkan untuk memiliki jiwa semangat juang dalam mencapai tujuan. Ia juga berharap para peserta menjadi ksatria bangsa untuk selalu membela Indonesia.

"Karate mengajarkan kita, untuk memiliki jiwa semangat juang, untuk mencapai tujuan. Tentu kita semua berharap, untuk menjadi kstaria-kstaria bangsa dan berkarakter untuk selalu membela Indonesia. Karate mengajarkan kita menjadi jiwa yang sportif," sambungnya.

Sementara itu peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfarabie menuturkan, antusiasme warga dalam menyambut AHY menunjukkan bahwa sosok AHY memiliki tingkat elektoral yang kuat. Menurutnya, sosok AHY yang memiliki track record yang bersih dan tingkat popularitas tinggi sangat pas dalam menaikkan elektabilitas Partai Demokrat di kemudian hari.

"Pilgub DKI kemarin bisa jadi modal awal AHY untuk melanjutkan karir di politik, baik menjadi ketum (Demokrat), legislatif, maupun eksekutif," ujar Adjie kepada kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Minggu (26/2).

"Track recordnya bersih, masih muda, tidak ada kasus moral, punya potensi elektoral yang kuat. Jadi sekarang tergantung AHY dan Demokrat bagaimana bisa menssosialisasikan AHY secara luas, dan membangun persepsi bahwa AHY sebagai tokoh yang punya kapasitas," pungkasnya.

Agus didampingi oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik, juru bicara Partai Demokrat Imelda Sari, dan mantan Sekjen Dewan Ketahanan Nasional Letjen TNI purn M. Yasin. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya