Berita

Politik

LMND: Sudah Selayaknya PT Freeport Dinasionalisasi

MINGGU, 26 FEBRUARI 2017 | 18:04 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sudah 50 tahun PT Freeport Indonesia beroperasi dan mengeksploitasi kekayaan alam bangsa Indonesia. Namun tidak ada kontribusi yang signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional, apalagi kesejahteraan bangsa Indonesia khususnya rakyat di Papua.

"Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan hanya Rp 1 triliun kontribusi Freeport dalam 1 tahun untuk Indonesia. Padahal dalam satu tahun, Freeport bisa menghasilkan ratusan ribu ton emas," ujar Sekjend Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Arif Hidayatullah dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Minggu (26/2).

Sebagai perusahaan yang berada dalam sebuah negara yang merdeka, sikap PTFI seharusnya sudah tidak bisa di anulir lagi. Dari segi divestasi misalnya, pada perjanjian Kontrak Karya (KK) generasi kedua yang terjadi pada tahun 1991 disebutkan bahwa selambatnya selama 10 tahun setelah penandatanganan KK, atau pada tahun 2001, PTFI sudah harus melepas sahamnya sebesar 10 persen saham pada pihak pemerintah dan 10 tahun selanjutnya yakni pada tahun 2011,


"Pihak Indonesia sudah harus memiliki 51 persen saham PTFI. Kenyataannya, sampai saat ini, PTFI belum melepas sahamnya yang sudah disepakati dalam KK," sambung Arif.

Untuk itu, LMND sebagai salah satu organisasi mahasiswa nasional kembali menyuarakan bahwa PTFI sudah selayaknya dimiliki dan dikelola oleh bangsa Indonesia dengan slogan Nasionalisasi.

"Karena PTFI, merupakan tambang emas terbesar di dunia. Jika penambangan PTFI diorientasikan untuk kepentingan nasional, terkhusus rakyat papua yang sampai hari ini masih belum mendapatkan kehidupan yang layak, tentu bangsa ini tidak perlu lagi menjadikan utang dan investasi menjadi tulang punggung dalam pembangunan," lanjutnya,

LMND, masih kata Arif, juga akan melakukan aksi massa yang rencananya akan digelar bersama aliansinya, seperti Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) dan Jaringan Mahasiswa Independen (JMI) pada Rabu (29/2).

"Sikap kami sama sama, yakni nasionalisasi PT. Freeport di bawah control rakyat untuk kepentingan nasional seperti membangun industri nasional yang secara otomatis akan menciptakan lapangan pekerjaan, upah layak nasional dan memberikan pendidikan dan kesehatan gratis serta berkualitas," pungkas jurubicara AMI itu. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya