Berita

Politik

Salim Said: Seperti Trump, Di Indonesia Juga Banyak Yang Salah Paham Soal Islam

JUMAT, 24 FEBRUARI 2017 | 10:14 WIB | LAPORAN:

. Gurubesar Universitas Pertahanan Prof. Salim Said mengaku terkejut dengan berita yang diterbitkan oleh media sebesar New York Times (NYT). Pemberitaan yang diterbitkan belum lama itu menegaskan posisinya yang membela Ikhwanul Muslimin (IM) terhadap Presiden AS Donald Trump.

"Ini pertama kali dalam sejarah. Disitu dituliskan kesalahan terbesar Trump dia tidak bisa bedakan mana teroris mana umat Islam," kata Salim pada acara Urun Rembug Kelirumonologi bertema Islam di Indonesia yang diselenggarakan oleh Jaya Suprana Institute di Mall of Indonesia, Jakarta, Kamis malam (23/2).

Salim pun mengakui jika kesalahan Trump itu juga menjangkiti masyarakat Indonesia saat ini. Menurut Salim tidak sedikit ia temukan masyarakat Indonesia yang salah paham melihat Islam hari ini, termasuk beberapa mahasiswanya.


"Ada mahasiswa saya, tesisnya masalah Tionghoa di Indonesia. Dia jujur sama saya kalau dia milih Ahok. Alasannya yang buat saya kaget, ternyata dia pilih Ahok karena ketakutan kalau Islam menang. Intinya semua lawan Ahok dianggap akan bangkitkan Islam. Saya bilang mahasiswa saya itu. Dia sudah salah paham dengan Islam. Banyak yang tidak paham Islam di Indonesia seperti apa," kata Salim.

Dia pun bercerita teringat akan cerita Letnan Jenderal TNI (Purn) TB Simatupang yang mengatakan jika saja Masyumi dan PNI bekerjamasa, maka dwi fungai tidak akan terwujud di Indonesia. Akibat perpecahan yang terjedi di medio 1954 hingga 1959 terjadi puncak perpecahan di Indonesia yang berakibat pada intervensi pihak ABRI.

"Saya takut sekali keadaan sekarang banyak terjdi ketidak mengertian, paranoid, tidak bisa bedakam Islam yang kaya saya anut dengan radikal. Memang semua dunia ada gerakan radikal, tapi jangan disamakan semua. Di Indonesia sedang berproses. Saya minta ini diperhatikan. Kalau salah mengerti soal Islam bisa kacau," demikian Salim. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya