Berita

Joko Widodo

Politik

PKS: Jokowi Nonaktifkan Ahok Malam Ini, Hak Angket Akan Kehilangan Rohnya

KAMIS, 23 FEBRUARI 2017 | 20:31 WIB | LAPORAN:

. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR RI kemungkinan besar tidak akan mencabut usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) "Ahok Gate".

Diungkapkan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Refrizal, fraksinya bersama Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Gerindra, dan Fraksi PAN menduga kuat bahwa Presiden Joko Widodo telah melakukan pelanggaran UU.

"Kami menduga dengan sangat kuat bahwa Presiden RI telah melaksanakan pelanggaran UU 23/2014 pasal 1, 2, dan 3," tegasnya dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (23/2).


Tuntutan Jaksa Penuntut Umum di persidangan kasus dugaan penistaan agama sudah memenuhi syarat untuk pemberhentian sementara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan Gubernur Jakarta. Karena itu,  sesuai pasal 2 UU Pemda, seharusnya Presiden mengambil sikap tegas memberhentikan Ahok.
 
"Dari jaksa, sesuai dengan undang-undang penodaan agama pasal 156a, yang tadi selama-lamanya 5 tahun, kalau ini paling singkat 5 tahun," jelasnya.

"Tidak perlu menunggu tuntutan, apalagi putusan pengadilan. Enggak ada bahasanya di undang-undang itu," tegas Refrizal.

Pengaktifan kembali Ahok juga melanggar pasal 70 UU 10/2016 serta peraturan KPU 12/2016. Alasannya, Ahok diaktifkan lagi sebagai gubernur ketika masa kampanye Pilkada Jakarta masih berlangsung, yaitu 11 Februari 2017, yang merupakan hari terakhir masa kampanye. Seharusnya, Ahok diaktifkan kembali setelah tanggal itu atau ketika masa tenang Pilkada sudah berjalan.

"Masih banyak yang dilanggar oleh pemerintah, dalam hal ini presiden. Karena dalam undang-undang, untuk mengaktifkan dan menonaktifkan seorang gubernur adalah seorang presiden," sesalnya.

Ditambahkannya, masyarakat membutuhkan sosok yang pantas untuk diteladani dalam hal menjalankan UU yang berlaku. Seharusnya, Presiden Joko Widodo memberikan contoh yang baik.

"Malam ini atau besok, Presiden nonaktifkan saja, maka hak angket ini akan kehilangan ruh. Nonaktifkan Ahok, maka saya (PKS) legowo menarik diri dari hak angket ini," pungkasnya. [ald]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya