Berita

Rini Soemarno/Net

Bisnis

Dewan Keluhkan Pencekalan Rini Soemarno

SENIN, 20 FEBRUARI 2017 | 01:42 WIB | LAPORAN:

Kalangan dewan sebenarnya ingin menanyakan langsung ke Menteri BUMN Rini Soemarno soal alasan pencopotan Dirut dan Wadirut Pertamina, yakni Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang.

Anggota Komisi VI DPR Nasim Khan menyebut, hal itu belum bisa dilakukan lantaran pencekalan terhadap ‎Rini belum dicabut.

"Kami sih maunya tanya ke Menteri Rini. Tapi, mau tidak mau kami akan tanyakan masalah itu kepada Menteri Sri Mulyani yang diutus pemerintah mewakili Menteri Rini saat rapat dengan DPR Selasa besok," katanya di Jakarta, Minggu (19/2).


Politisi PKB ini pun menyesalkan pencekalan kepada Menteri Rini yang berlarut-larut. Padahal, akibat pencekalan itu, Komisi VI tidak bisa melakukan pengawasan terhadap segala kinerja BUMN. Menurutnya, pencopotan Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang secara sekaligus juga akibat tidak ada pengawasan dari Dewan.

‎"Ketika ada larangan Menteri BUMN Rini Soemarno ke DPR, ada keterbatasan kami (Komisi VI) untuk mengawasi segala keputusan BUMN. Sebenarnya saya sudah usulkan untuk mencabut larangan itu, tapi belum juga dilakukan," sesalnya.

Menurut Nasim, kinerja kedua orang direksi selama ini menunjukkan kemajuan Pertamina. Namun, tanpa sebab dan sepengetahuan Komisi VI, Kementerian BUMN melakukan pencopotan terhadap Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang.

"Selama ini kita bertemu dengan Sri Mulyani sebagai pengganti Bu Rini. Jelas, ada kesulitan untuk mengetahui kinerja perusahaan BUMN, karena kebijakan kan di Bu Rini," tuturnya.

Karenanya, Nasim berharap, pimpinan DPR segera melakukan rapat pleno untuk mencabut pencekalan Menteri Rini. Sebab, selain masalah Dirut Pertamina, masih banyak hal yang harus dibahas. "Rencana holding BUMN misalnya. Banyak anggota dewan yang belum setuju soal itu," tandasnya. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya