Berita

Foto: Net

Bisnis

Inikah Tanda Jokowi Semakin Tak Puas Pada Sri Mulyani

MINGGU, 19 FEBRUARI 2017 | 21:48 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak bisa dijadikan satu-satunya sumber pembiayaan untuk berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang sedang dikerjakan pemerintah.

Menurut Presiden Joko Widodo, demi kelancaran program pembangunan infrastruktut yang merupakan fokus pemerintahannya, perlu dipikirkan upaya terobosan pembiayaan di luar APBN.

Pesan ini disampaikan Presiden Jokowi ketika berbicara pada Financial Closing Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) dan Launching PPP Book 2017 di Istana Negara, Jakarta, akhir pekan kemarin (Jumat, 17/2).


"Kalau kita tergantung hanya kepada APBN, tidak mungkin pembangunan akan bisa cepat. Saya menghargai terobosan-terobosan seperti mekanisme pembiayaan investasi non anggaran pemerintah atau PINA yang melengkapi skema pembiayaan infrastruktur kita," kata Jokowi.

Kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur itu menurut Jokowi tidak bisa ditunda-tunda lagi. Jokowi menegaskan bahwa proyek infrastruktur harus dilihat sebagai alat pendongkrak perekomian nasional karena bisa menyediakan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar dan di saat bersamaan mendorong pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di banyak daerah.

Di sisi lain, tambahnya, infrastruktur Indonesia ketinggalan jauh dibandingkan negara negara-negara lain. Hal ini mengakibatkan Indonesia kehilangan daya saing, dan inevstor pun kehilangan minat untuk menanamkan modal di Indonesia.

"Di era kompetisi global ini, tak perlu banyak beretorika. Kita harus berani mendobrak pakem, melakukan terobosan. Kalau tidak, ditinggal kita," demikian Jokowi.

Sepintas, pernyataan Jokowi itu tampak sebagai hal yang biasa. Namun sementara kalangan menilai bahwa pernyataan itu juga memperlihatkan ketidakpuasan Jokowi pada kemampuan tim ekonomi dalam memenuhi pundi-pundi keuangan negara.

Dalam sambutan itu, misalnya, Jokowi tidak memberikan perhatian yang besar pada program tax amnesty yang beberapa waktu lalu menjadi jualan utama Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Jokowi kelihatannya tidak bisa lagi mengandalkan program tax amnesty yang hanya bagus di atas kerja, tetapi gagal membawa dana segar yang dibutuhkan untuk pembiayaan program pembangunan infrastruktur dari Sabang sampai Merauke.

Demikian juga dengan program pemotongan anggaran yang dilakukan Sri Mulyani yang malah menghambat gerakan pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi lewat sektor infrastruktur.

Informasi yang diperoleh mengatakan, tanda-tanda ketidakpuasan Jokowi pada Sri Mulyani memang semakin nyata belakangan ini.

Jokowi disebutkan pernah menegur proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dipresentasikan Sri Mulyani karena dinilai terlalu rendah dan menafikkan pekerjaan besar yang telah dilakukan pemerintah.

Setelah diprotes Jokowi, tim ekonomi harus bekerja keras mencoret-coret kembali proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sampai akhirnya menemukan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen.

Informasi lain mengatakan, karena kecewa dengan performa Sri Mulyani, tampaknya Presiden Jokowi sedang menimbang-nimbang untuk mengocok ulang tim ekonomi. Tapi kapan itu dilakukan, tergantung pada peredaan ketegangan pasca Pilkada DKI Jakarta.

Wallahualam. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya