Berita

Foto/Net

Bisnis

Hadapi Musim Hujan, Kementan Pede Tak Akan Impor Cabe-Bawang

MINGGU, 19 FEBRUARI 2017 | 09:51 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan tidak akan memberikan rekomendasi impor untuk menambah pasokan cabe dan bawang.

"Stok bawang dan cabe men­cukupi. Kami tidak akan ambil opsi impor," kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Agung Hendriadi kepada Rakyat Merdeka, pada akhir pekan.

Dia menilai, tingginya harga dan menurunnya pasokan cabe dan bawang semata-mata hanya masalah panjangnya rantai dis­tribusi. Maka tidak tepat bila persoalan itu dijawab dengan impor.


Kementan, lanjut Agung, terus berupaya memangkas rantai dis­tribusi seperti mendirikan Toko Tani Indonesia (TTI). "Antara lain kami mendirikan Toko Tani. Ini untuk memangkas rantai dis­tribusi dan menjaga pasokan," ungkapnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga menegaskan pemerintah tidak memiliki rencana impor. "Belum ada pikiran untuk membuka impor. Semua orang tahun cabe saat musim hujan rentan. Jadi itu faktor alam," ungkap JK.

JK memastikan apabila ada cabe impor di pasaran maka komoditas tersebut ilegal. "Ka­lau ada cabe impor itu pasti seludupan. Karena, pemerintah tidak mengeluarkan izin impor," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Ke­lautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengamini pasokan ikan berkurang di wilayah ter­tentu.

"Nelayan enggan melaut kar­ena cuaca tidak mendukung se­hingga pasokan ikan berkurang. Makanya harga ikan naik," kata Susi.

Susi mengatakan, sebenarnya stok ikan nasional memadai. Hanya saja hasil laut belum bisa terdistribusi secara merata. Di beberapa wilayah Indonesia, ikan sangat berlimpah, tapi tidak memiliki pasar yang terorga­nisir sehingga harganya murah. Padahal, jika hasil tangkapan itu dibawa ke Pulau Jawa, harganya bisa sepuluh kali lipat.

"Itu jadi PR (pekerjaan rumah) kita untuk meratakan jumlah pengolahan dan transportasi, yang memudahkan ikan ini keluar dari wilayah tangkap ke pasar," katanya.

Susi mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Per­hubungan dan Menteri BUMN untuk mendistribusikan produk­si hasil perikanan.

Dia berharap, ada jalur trans­portasi dari beberapa wilayah yang kaya akan sumber daya lautnya. Tidak hanya ke Pulau Jawa, tetapi ke beberapa tem­pat lainnya, termasuk ke luar negeri.

Menurutnya, beberapa wilayah kaya akan hasil laut di Indonesia Timur lebih dekat dengan pasar di Australia jika dibandingkan dengan pasar di Jakarta.

"Ke Darwin itu lebih dekat, penerbangan cuma 1 jam. Jadi tidak harus ke Jawa, tapi yang Indonesia Timur itu juga harus dibuka saja langsung pemasaran ke luar negeri, lebih efisien. Jadi pemerataan ini PR kita," pung­kasnya. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya