Berita

Ilustrasi/net

Bisnis

Kemenko Maritim Pantau Kesiapan Gudang Garam Nasional

MINGGU, 19 FEBRUARI 2017 | 08:58 WIB | LAPORAN:

Kementerian Koordinator Kemaritiman meninjau gudang garam nasional di Cirebon dan Indramayu.

“Jadi kami dari Kemenko bidang Kemaritiman berinisiasi untuk berkunjung ke kota Cirebon kemudian melanjutkan ke Indramayu dalam rangka memonitor peninjauan garam terkait realisasi pembangunan gudang garam nasional yang sudah dilaksanakan teman-teman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP RI) di beberapa lokasi, dalam rangka merealisasikan swasembada garam,” kata Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Mineral, Energi dan Non Konvensional Kemenko bidang Kemaritiman, Amalyos Amalyos berdasarkan siaran pers dari Biro Humas Kemenko Kemaritiman, Minggu (19/2).

Dalam peninjauan itu, ia melihat  pembangunan gudang garam sudah rampung dan siap digunakan untuk menampung ribuan ton garam produksi.


Selain gudang garam, Kemenko Kemaritiman juga berkoordinasi dengan KKP selaku pelaksana teknis dalam rencana aksi swasembada garam. Diharapkan koordinasi tersebut bisa melahirkan payung hukum untuk strategi swasembada garam.

Pemda ataupun badan usaha lainnya, swasta, koperasi, perseorangan juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan gudang garam nasional.

Amalyos menjelaskan, partisipasi seluruh stakeholder penting mengingat target produksi garam nasional tahun 2019 adalah 4, 2 juta ton, sementara hingga saat ini kapasitas satu gudang garam ukuran yang dibangun baru sekitar 20 x 30 m2, hanya mampu menampung 2.000 hingga 2.500 ton garam. Sehingga diperkirakan lebih dari 1000 unit gudang garam yang harus dibangun secara keseluruhan di Indonesia.

Untuk pembangunan gudang garam pengelolaannya ke depan akan dilakukan oleh koperasi setempat dengan pendampingan PT Garam (persero).

"Apabila PT garam karena keterbatasan maka petani yang telah menyimpan garamnya di gudang garam, diberikan resi penerimaan garam dari pengelola yg selanjutnya resi tersebut tadi dapat dijadikan sebagai dokumen penjaminan untuk peminjaman uang di lembaga perbankan. sementara nanti harga lanjut disepakati," tutupnya.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya