Berita

Christianto Wibisono/Net

Politik

Balada Christianto Wibisono

MINGGU, 19 FEBRUARI 2017 | 07:35 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

DI tangan Ahok semua etika kesantunan dirobek-robek. Jika selama ini di sekolah diajarkan tata krama dan budi pekerti, Ahok buang itu ke tong sampah. Ga kepake.

Padahal orang Tionghoa, sejak kecil, diajari Sanzi Jing (Three-Character Classic). Ini dasar keramah-tamahan dan kebaikan Tionghoa.

Ahok belaga-belaga anti korupsi. Produksi citra DPRD sebagai kumpulan begal anggaran. Ahok sendiri terseret enam skandal korupsi. Dia beli lahan milik sendiri di Cengkareng Barat. Harganya nyaris Rp 700 miliar. Orang mengira, Ahok jujur karena berani sok galak. Padahal itu acting doang.


Di era Ahok, diskresi dipake sebagai kedok kamuflase. Duit CSR seenak dewek dipake. Nggak usah ada laporan ke DPRD. Bila ditiru bupati dan gubernur lain, rusaklah ini negara. Christianto Wibisono yang mulai pikun bilang "Ahok tidak peduli dijuluki manusia kasar, sombong dan pongah." Agaknya Lieus Sungkharisma bakal bilang "Ahok memang gak punya otak."

Ahok ngga main dengan preman seperti daeng Azis. Gak level. Dia mainnya dengan mafia properti dan cukong. Preman cap kadal seperti si Bopeng cukup jadi kuli pembawa nasi bungkus. Si Bopeng beringas mau hajar panwas karena temannya dilarang nyoblos nomor 2 karena ngga terdaftar di DPT. Lantas ngumpet sambil ngompol di celana ketika dicari tentara setelah si Bopeng bilang "tentara aja gua potong di sini." Itu model preman yang ada di sekitar Ahok.

Jelang Pilkada, Ahok mendadak jadi santun. Obral janji ini itu. Ga akan gusur warga. Akan umrohkan marbot. Dulu juga dia janji ngga akan gusur Bukit Duri. Coba tanya kampium kemanusiaan Sandyawan Sumardi, kalo Christianto Wibisono ngga percaya. Lantas, diembat juga itu Bukit Duri dan Kampung Pulo. Makanya Christ, jangan baca hoax yang digenerated oleh buzzer Jasmev.

Gimana komentar Christianto Wibisono sekarang jika dia baca ulang tulisannya ini: "Partai tak berguna, menjadi beban negara, terlalu lamban bergerak, berlindung di balik jargon demokrasi. Jika partai mencoba mencekram Ahok, sebaliknya Ahok mencekik leher mereka tanpa ampun hingga berteriak histeris mengumbar deparpolisasi, delegitimasi partai. Ahok dengan gagah berani maju sendirian lewat jalur maut penuh resiko tinggi, jalur independen."

Mokal ngga bung Christ? Justru Megawati yang anda bully selamatkan Ahok. Gosip yang beredar, maharnya triliunan tuh.

Ahok, "si singa yang mengaum" mewek di pengadilan penista agama lho. Ngga lama kemudian, dia bilang NO REGRET di Al Jazeera. Lantas dia ngancem Rois Aam NU. Mau diproses hukum katanya. Nahdliyin sontak murka. Ngga pake lama, "singa ngaum" super hero Chelristianto Wibisono, ngeluarin nota minta maaf. Uda kelewat sering Ahok minta maaf. Dia tokoh dengan ucapan maaf terbanyak. Tapi kelakuan yang sama selalu diulang. Seolah Ahok minim kontrol diri. Jilung bilang dia psikopat.

Sebagai seorang munafik yang dipuja Christianto Wibisono (Chairman Data Bisnis), Ahok ngga perlu malu bila dulu bilang partai politik sarang maling tapi sekarang nyagub via parpol. Bukan cuma satu, bandarnya beli beberapa partai sekaligus. Kumpulan bocah Teman Ahok dicampakan. Abis manis sepah dibuang. Biasa itu. Ngga kedengeran lagi tuh kiprah bocah-bocah lucu yang sempet digaji jadi pengemul KTP.

Sudah dulu ya. Males baca tulisan Christianto Wibisono. Penuh buih racun. Bisa ikut begok kalo terus-terusan baca opininya.[***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)



Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya