Berita

Foto/Net

Bisnis

Garuda Incar Bisnis Perawatan Pesawat Di Iran

Lewat GMF
SABTU, 18 FEBRUARI 2017 | 09:29 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengincar pengembangan bisnis di­luar negeri melalui anak usaha mereka, PT Garu­da Maintenance Facility AeroAsia atau PT GMF AeroAsia. Bisnis yang akan dijalankan bukan dengan membuka rute pen­erbangan baru, melainkan menggarap perawatan pe­sawat di Iran.

Kerja sama ini sejalan dengan pemerintah yang tengah menggenjot kerja sama bilateral dengan Iran dalam sektor minyak dan gas (migas).

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, peluang bis­nis perawatan pesawat di luar negeri saat ini cukup besar. Karenanya, Garuda tertantang melebarkan say­ap di bisnis ini ke negeri para Mullah itu melalui GMF AeroAsia.


"Potensinya masih san­gat banyak, karena itu GMF kita dorong mengam­bil potensi bisnis perawa­tan pesawat. Kerja sama ini sejalan dengan pro­gram pemerintah yang juga meningkatkan kerja sama bidang ekonomi dengan Iran," kata Arif di Jakarta.

Ia melanjutkan, meski Garuda berniat meningkat­kan kerjasama perawatan pesawat, namun maskapai penerbangan pelat merah tersebut belum berencana buka jalur penerbangan langsung Indonesia-Iran.

"Kita belum ada rencana ke situ (buka penerbangan langsung-red) kita akan kerja sama dengan beber­apa airline yang memung­kinkan untuk menjadi mi­tra kita untuk penerbangan ke Iran," ujar Arif.

Adapun untuk ekspansi bisnis internasional, Arif mengatakan pihaknya akan memperluas pangsa pasar ke China dan Timur Ten­gah.

Selain itu, Garuda Main­tenance Facility AeroAsia juga berencana melantai di bursa pada tahun ini. Ren­cananya dengan pelepasan 20 persen saham GMF ke publik, kapasitas untuk pengembangan bisnis men­jadi lebih besar.

Arif menuturkan, ke­mungkinan bengkel pe­sawat ini akan melaku­kan joint venture atau akuisisi bengkel pesawat lain untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan mereka.

Garuda menargetkan peningkatan bisnis tum­buh 8,7 persen di Tahun 2017. Untuk mendukung hal tersebut, Garuda bakal memboyong sembilan unit pesawat. Lima di antaranya adalah jenis Airbus, yang dikhususkan untuk ek­spansi anak perusahaan Garuda, Citilink.

Sedang empat pesawat lainnya adalah jenis ter­baru dari Boeing 737 yaitu Boeing 737 Max serta tiga unit ATR.

"Pesawat yang akan de­liver pertama kali produk terbaru dari boeing 737. Di triwulan III-IV nanti kita akan datangkan pesawat tersebut," ujar Arif. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya