Berita

Politik

PILKADA JAKARTA

Wasekjen: Kader Dan Simpatisan Menginginkan PAN Dukung Anies-Sandi

SABTU, 18 FEBRUARI 2017 | 06:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Amanat Nasional (PAN) secara kelembagaan belum menentukan pilihan koalisi baru pada Pilkada Jakarta 2017. Sampai saat ini, PAN masih menunggu hasil rekapitulasi resmi dari KPU Jakarta. Selain itu, PAN juga sedang mempelajari secara serius program kerja masing-masing paslon yang ada.

"Selama ini kita hanya mendengar sepintas program paslon lain. Tentu perlu didalami dan dipelajari agar bisa disampaikan kepada seluruh jaringan partai. Dengan begitu, kita betul-betul yakin untuk memberikan dukungan maksimal," kata Wasekjen DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay, Sabtu (18/2).

Di samping itu, PAN sedang melakukan evaluasi pada putaran pertama. Evaluasi penting untuk melihat kelemahan sekaligus melakukan perubahan. Itu bisa dimanfaatkan untuk membangun sinergi baru dengan partai lain dalam menghadapi putaran kedua nanti.


Namun demikian, lanjut Saleh, harus diakui bahwa aspirasi dari banyak kader dan simpatisan menginginkan agar PAN bergabung dan mendukung pasangan Anies-Sandi. Usulan dan aspirasi itu tentu akan menjadi pertimbangan utama. Bagaimana pun juga, PAN adalah media menyalurkan suara masyarakat.

"Selain warga Jakarta, kita juga banyak mendapat masukan dari daerah-daerah lain. Demikian juga di media sosial, rata-rata menginginkan agar PAN bergabung dan mendukung Anies-Sandi. Semua itu tentu kita dengar," ujar wakil ketua Komisi IX DPR ini.

Saleh menambahkan, dalam beberapa waktu ke depan, PAN akan menyatakan sikap resminya. Mudah-mudahan pilihan PAN kali ini akan tepat dan sesuai dengan harapan semua pihak.

"Kalau sudah diputuskan, PAN tidak akan meminta syarat apa pun. Yang paling penting adalah komitmen perubahan dan perbaikan bagi Jakarta," tutupnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya