Berita

Net

Dunia

Tersangka Pembunuh Kim Jong Nam Berpindah-pindah Dan Memotong Rambutnya

SABTU, 18 FEBRUARI 2017 | 04:09 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Salah satu wanita tersangka pembunuh Kim Jong Nam, kakak tiri dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, diketahui sempat berpindah-pindah hotel, membawa uang tunai, dan memotong sendiri rambutnya, sehari sebelum terlibat pembunuhan di Bandara Kuala Lumpur.

Menurut resepsionis di salah satu hotel murah, wanita yang diduga berkebangsaan Vietnam dengan identitas Doan Thi Huong itu datang memesan kamar di hotelnya pada Minggu (12/2). Esoknya, dia berangkat pagi-pagi sekali dan kembali ke penginapan dengan kondisi yang normal tanpa menujukkan tanda-tanda tertekan.

Polisi yakin Doan Thi Huong adalah orang yang mendekati Kim Jong Nam pada sekitar pukul 08.20 waktu setempat di terminal Bandara, lalu menyemprotkan zat beracun yang mematikan ke wajah Kim Jong Nam.


Menurut laporan media Malaysia, Doan mengaku kepada polisi bahwa ia menjadi korban penipuan. Ia dijanjikan oleh orang tertentu untuk melakukan lelucon yang akan direkam oleh kamera. Ia menyangka lelucon itu bukan hal berbahaya karena itu bersedia melakukannya.

Selain menahan Doan, kepolisian Malaysia juga menahan Siti Aisyah, perempuan Indonesia, yang belakangan juga mengaku dijebak. Aisyah menyangka dia cuma terlibat dalam sebuah reality show.

Namun, seorang penyidik ​​swasta yang menjadi sumber Reuters menyebut perilaku Doan menunjukkan tanda-tanda ia ahli dalam operasi intelijen.

Kesaksian lain menyebut, Doan pertama kali menginap di hotel bintang dua, Qlassic Hotel, pada Sabtu (11/2). Seorang staf hotel menceritakan Doan tinggal di kamar yang paling murah tanpa jendela.

"Saya ingat dia ingin memperpanjang waktu tinggal di sini, dan siap untuk membayar dengan setumpuk uang di tangannya," kata pegawai Qlassic Hotel.

Setelah satu malam di sana, Doan berpindah ke CityView Hotel. Ia tiba dengan sebuah koper, ransel dan boneka beruang besar. Seorang staf hotel mengingat Doan berbicara dalam bahasa Inggris.

Doan juga diketahui meminjam gunting dari meja resepsionis pada malam sebelum serangan terhadap Kim Jong Nam, atau Minggu malam (12/2). Esok harinya, seorang pegawai hotel menemukan potongan rambut di lantai dan di keranjang sampah kamar yang dipesan Doan.

Saksi mengatakan, Doan sempat mengeluh tentang Wifi di kamarnya. Setelah dia diberitahu bahwa masalah itu tidak dapat diperbaiki sampai sore hari, ia berpindah ke SkyStar Hotel, dan menetap satu malam.

Tidak diketahui ke mana selanjutnya Doan pergi. Polisi mengatakan ia ditangkap pada Rabu pagi, sekitar 48 jam setelah pembunuhan itu, di terminal yang sama di mana Kim Jong Nam diserang.

"Jika Anda bertanya kepada saya, apakah gerakannya menunjukkan bahwa ia adalah seorang operator intelijen, maka saya akan mengatakan ya. Mereka beroperasi dengan perubahan penampilan, transaksi tunai, tidak ada kertas jejak dan selalu bergerak," kata sumber Reuters di Kuala Lumpur.

Sedangkan Siti Aisyah, yang ditangkap hari Kamis lalu, sebelumnya tinggal kawasan padat penduduk, Tambora, Jakarta, sebelum pergi mencari pekerjaan di Malaysia. Menurut laporan media Malaysia, Aisyah berdiri di depan Kim untuk mengalihkan perhatian, sementara Doan mendekati Kim dari belakang.

Di Jakarta, Aisyah bekerja sebagai penjahit di rumah keluarga suaminya itu. Pasangan itu pindah ke Malaysia tetapi bercerai pada tahun 2012. Mantan mertua Aisyah mengatakan, dia sempat kembali ke Jakarta pada 28 Januari lalu untuk mengunjungi anaknya yang berusia tujuh tahun. Aisyah digambarkan tampak lebih kurus dan sakit-sakitan kala itu. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya