Berita

Ilustrasi/net

Politik

Bawaslu DKI Endus Pengerahan Massa Di Hari Pencoblosan

SABTU, 18 FEBRUARI 2017 | 00:57 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pilkada DKI Jakarta putaran pertama diduga kuat diwarnai praktik mobilisasi massa untuk mendaftar sebagai pemilih tambahan di TPS-TPS pada hari pencoblosan.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Mimah Susanti, mengatakan, dugaan itu muncul karena jumlah pemilih dengan kategori daftar pemilih tambahan (DPTb) atau yang menggunakan KTP elektronik dan surat keterangan, tergolong luar biasa.

"Terlihat mencolok di rusun, apartemen. Maka Bawaslu akan melakukan penelusuran lebih lanjut," kata Mimah di Kantor Bawaslu DKI, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (17/2).


Menurutnya, hal itu merupakan salah satu titik rawan pelaksanaan pemungutan suara. Mobilisasi dilakukan untuk mengarahkan pemilih kepada pasangan calon tertentu.

"Pukul 12.00-13.00, pemilih punya potensi dimobilisasi karena dia pakai kategori DPTb. Modalnya hanya E-KTP karena tidak terdaftar dalam DPT. Kami telusuri itu," ujarnya.

Kejadian yang diduga mobilisasi massa terjadi di salah satu TPS di Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Kata Mimah, ada 139 orang yang memilih menggunakan E-KTP atau surat keterangan (pemilih kategori DPTb).

"Padahal, surat pernyataan yang disediakan untuk pemilih DPTb hanya 20 di setiap TPS. Tapi kan menemukan seseorang yang mengarahkan ke Paslon tertentu ini enggak mudah, enggak kelihatan," ujarnya.

Masih menurut Mimah, mobilisasi massa itu mengarah kepada dugaan politik uang. Jika terbukti, pemberi dan penerima uang akan sama-sama diberikan sanksi.

‎"Itu bisa dugaan politik uang," singkatnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya