Berita

Susilo B. Yudhoyono/net

Politik

SBY: Serangan Antasari Untuk Hancurkan Elektabilitas Agus-Sylvi

SELASA, 14 FEBRUARI 2017 | 18:01 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merespons tuduhan mantan Ketua KPK, Antasari Azhar, yang menyudutkan dirinya.

Dalam konferensi pers tadi siang, Antasari menyebut SBY sebagai dalang kriminalisasi terhadap dirinya terkait kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

Antasari juga membuka pertemuannya dengan taipan nasional, Harry Tanoesoedibjo. Dia mengatakan, Hary Tanoe diutus Cikeas untuk meminta dirinya tidak menahan Aulia Pohan, yang notabene besan SBY, dalam perkara korupsi aliran dana Bank Indonesia pada 2008 silam.


Lewat twitter, SBY menegaskan sikapnya. Menurut dia, Antasari yang tidak lama menerima grasi dari Presiden Joko Widodo sudah digunakan sebagai alat politik untuk menyerang dirinya.

"Yg saya perkirakan terjadi. Nampaknya grasi kpd Antasari punya motif politik & ada misi utk serang & diskreditkan saya (SBY) *SBY*," tulis SBY dalam akun resminya (@SBYudhoyono).

Apalagi, konferensi pers Antasari dilakukan satu hari menjelang Pilkada Jakarta, di mana anak pertama SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, ikut bertarung. Aulia Pohan sendiri adalah mertua dari Agus.

"Satu hari sebelum pemungutan suara Pilkada Jakarta (saya duga direncanakan), Antasari lancarkan fitnah & tuduhan keji terhadap saya *SBY*," tulis SBY.

SBY yakin, tujuan serangan Antasari terhadap dirinya adalah untuk menghancurkan nama baiknya, sekaligus agar Agus Hariurti Yudhoyono kalah dalam hari pencoblosan Pilkada Jakarta besok.

"Tujuan penghancuran nama SBY oleh Antasari & para aktor di belakangnya agar Agus-Sylvi kalah dlm pilkada besok, 15 Feb 2017. *SBY*," kata dia.

"Apa belum puas terus memfitnah & hancurkan nama baik saya sejak November 2016, agar elektabilitas Agus hancur & kalah *SBY*," lanjutnya. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Restorative Justice Jadi Komedi saat Diucapkan Jokowi

Selasa, 27 Januari 2026 | 04:08

Pembentukan Dewan Perdamaian Trump Harus Dikritisi Dunia Islam

Selasa, 27 Januari 2026 | 04:00

Eggi Sudjana Pengecut, Mau Cari Aman Sendiri

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:15

Beasiswa BSI Maslahat Sentuh Siswa Dhuafa

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:12

Purbaya Bakal Sidak Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:03

Kirim Surat ke Prabowo, Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:32

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK Jomplang dengan Nasib Guru Madrasah

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:17

Dukung Prabowo, Gema Bangsa Bukan Cari Jabatan

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:01

Lingkaran Setan Izin Muadalah

Selasa, 27 Januari 2026 | 01:38

Polri di Bawah Presiden Amanat Reformasi dan Konstitusi

Selasa, 27 Januari 2026 | 01:13

Selengkapnya