Berita

Net

Publika

Pertaruhan Masa Depan Ibu Kota Dimulai

SELASA, 14 FEBRUARI 2017 | 16:19 WIB

SEDARI awal pertarungan akan berlangsung sengit, keras, vulgar. Inilah pilkada paling menguras energi, caci maki dan hoax tiada terkira. Masalahnya simpel ada calon gubernur yang sudah menyandang 'Terdakwa' harus dimenangkan. Sebuah standar moral yang kembali ke zona Orba.

Reformasi ditegakan untuk good governance atau pemerintahan yang baik. Artinya sang pemimpin tidak boleh memiliki beban apalagi seberat terdakwa.

Ada getak getuk yang kasat mata, sang terdakwa lebih nyaman melawan paslon nomor tiga. Simpel saja kalau-kalau lawan paslon nomor satu maka pendukung paslon nomor akan bulat migrasi. Sedang kalo lawan nomor tiga maka pendukung nomor satu akan mudah terpecah (ada partai pemerintah didalamnya. Maka obok-obok ala Orba begitu dahsyat menghujam ke psalon nomor satu, nyaris tiga bulan terjadi. Tapi semua skenario bak puzzle tidak ada kejahatan yang sempurna.


Memang elect nomor satu agak turun, namun elect nomor tiga menaik justru sebagian dari pendukung nomor dua atau yang muslim. Injury time baru disadari maka hujaman berupa black campaign yang masif juga melanda ke nomor tiga. Ada dua truk besar yang isinya black campaign nomor tiga bisa diamankan (berani bertaruh pasti lolos nih).

Maka saya berkesimpulan agak berat paslon nomor dua ditambah kinerja pemerintah yang gagal (harga cabai sepanjng sejarah melebihi harga daging). Manuver Tjahjo (Mendagri Tjahjo Kumolo) soal tafsir non aktif, banjir di sebagian wilayah yang beruntut dengan kemacetan. Warga Jakarta akan terhibur dengan paslon nomor satu dan nomor tiga menuju real final. Vox populi vox dei. [***]

Andrianto Sip.
(Pemerhati politik, Presidium Persatuan Pergerakan (PP)


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya