Berita

Bachtiar Nasir/Net

Politik

Ketua GNPF-MUI Diperiksa Usai Pencoblosan

MINGGU, 12 FEBRUARI 2017 | 19:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir akan memenuhi panggilan penyidik pekan depan atau setelah Pilkada. Ia dipanggil terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Yayasan Keadilan Untuk Bersama.

Begitu kata penasehat hukum GNPF MUI, Kapitra Ampera seperti diberitakan RMOLJakarta, Minggu (12/2).

"Panggilan kedua Pak Bachtiar sehari setelah Pilkada, 16 Februari," ujarnya.


Tanggal tersebut dipilih berdasarkan kesepakatan bersama antara polisi dan pihak GNPF. Tujuannya, agar suasana hari pencoblosan tetap kondusif.

"Biar suasana kondusif saja, supaya hari pencoblosan semua bisa tenang juga," kata dia.

Menurutnya, pemanggilan kedua ini mengagendakan penyampaian keterangan tambahan pada pemanggilan pertama (Jumat, 10/2). Pihaknya pun telah mempersiapkan dokumen-dokumen yang mampu memperkuat keterangan Bachtiar Nasir.

Kasus ini bermula dari rekening milik Yayasan Keadilan Untuk Semua yang digunakan sebagai tempat menampung sumbangan donatur dalam aksi bela Islam. Namun penyidik menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dana umat tersebut.

Bentuk penyalahgunaan tersebut hingga saat ini belum dipaparkan penyidik Bareskrim Polri. Polisi mengaku masih harus mendapatkan keterangan-keterangan dari sejumlah saksi yang dibutuhkan.

Sedangkan Bachtiar menyebut dirinya tidak masuk dalam kepengurusan yayasan tersebut, baik sebagai pendiri, pengawas, maupun pembina yayasan. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya