Berita

Proyek LRT/Net

Bisnis

Jokowi Terbukti Enggak Mikir, Program Yang Dicanangkan Cuma Di Awang-Awang

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017 | 07:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak bisa disalahkan terkait persoalan ekonomi yang saat ini dihadapi.

Penilaian tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Ketua Presidium Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu,  Arief Poyuono, kepada Kantor Berita Politik RMOL pagi ini (Jumat, 10/2). [Baca: Darmin Dan Sri Mulyani Terbukti Tak Bisa Berbuat Apa-Apa]

"Sebenarnya bukan masalah dari kemampuan seorang Darmin dan Sri Mulyani sebagai motor Tim Ekonomi Pemerintahan Joko Widodo-JK dalam memanajemeni perekonomi nasional dan program-program pembangunan nasional," ucapnya.


"Tetapi lebih disebabkan mimpi Joko Widodo dalam program pembangunan ekonomi yang terlalu optimis dan tidak pakai metode perencanaan yang benar," sambungnya.

Akibatnya, dia menambahkan, program-program pembangunan yang dicanangkan Jokowi cuma di awang-awang atau lebih besar pasak dari tiang.

"Disini terlihat Jokowi enggak pakai mikir membuat sebuah perencanaan asal gagah-gagahan saja akhirnya mangkrak," tegasnya.

Misalnya, pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) di Palembang dan Cibubur (Jakarta) yang terancam mangkrak. Arief menjelaskan keuangan Adi Karya dan Waskita Karya sudah berdarah-darah untuk menalangin dana pembangunan proyek kereta api ringan tersebut. Apalagi, belum ada kontrak kerja antara pihak owner (pemerintah) dengan pihak kontraktor.

"Akibatnya tidak dianggarkan biayanya di APBN. Sekalipun diangggarkan juga, negara enggak punya dana cukup," tegasnya.

Dia menjelaskan hal tersebut menyalahi sejumlah peraturan perundang-undangan. Seperti UU 1/2004 Perbendaharaan  Negara, UU Keuangan Negara 17/2003, UU Antimonopoli 5/1999, UU dan Peraturan tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

"Akan menimbulkan masalah hukum dan bisa mangkrak karena biaya ditanggung Adikarya dan Waskita Karya sendiri kayak proyek monorel yang jadi tugu di Jakarta," tandasnya. [zul]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya