Berita

RMOL

Politik

Megawati Lepas Kader BMI Babel Napak Tilas Jejak Sang Proklamator

KAMIS, 09 FEBRUARI 2017 | 20:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyemangati ratusan anak muda yang mengikuti Napak Tilas Jejak Sang Proklamator, untuk menghayati dan meresapi bagaimana berat dan berlikunya sebuah perjuangan.

Untuk menelusuri jejak Bung Karno dan Bung Hatta yang diasingkan penjajah pada 1949 lalu dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Karena selain menempuh perjalanan cukup jauh, medannya juga amat sulit.

Demikian pesan Megawati saat melepas rombongan anak muda yang hendak mengikuti Napak Tilas Jejak Sang Proklamator di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis (9/2).


Kegiatan yang diinisiasi Banteng Muda Indonesia (BMI) Babel itu membawa ratusan anak muda menelusuri bekas rumah pengasingan Proklamator Soekarno-Hatta dan sejumlah pemimpin bangsa lain pada 1949 silam. Perjalanan panjang akan dilakukan hingga ke sebuah rumah di Bukit Menumbing, Muntok.

"Nanti kalau naik ke Menumbing, jalannya sempit, kiri kanannya masih banyak belukar. Dulu Bung Karno dibuat terisolir agar tidak bisa lari. Nanti adik-adik rasakan di sana bagaimana rasanya dibuang dari keluarga. Adik-adik nanti coba, rasaakan, semoga kuat. Nanti dari Muntok jalan kaki ke Menumbing, ini berjuang juga," jelas Megawati.

Menurutnya, banyak yang tidak paham bahwa setelah kemerdekaan diraih pada 17 Agustus 1945, penjajah Belanda masih berusaha merongrong. Setelah merdeka dari kekuasaan Jepang, kondisi negara juga masih belum stabil.

Kata Megawati, Belanda dengan menggunakan sekutunya ingin kembali ke Indonesia. Itu sebabnya Bung Karno dan Bung Hatta ditangkap dan dibuang, sehingga tidak ada kepemimpinan di Indonesia yang baru merdeka seumur jagung.

"Makanya nanti kalau jalan jangan ingat pacar dulu. Jangan 'oh iya saya belum Twitter', tapi coba bayangkan betapa susah payahnya kita merdeka. Merdeka itu tak mudah," tegasnya.

Dia juga mengingatkan, salah satu hal yang kerap menjajah anak muda Indonesia adalah narkoba. Generasi muda Indonesia makin tenggelam dalam alam narkoba.

"Masa depan apa yang mau dicari kalau seperti itu," kata Megawati.

Dia berharap, pengalaman menapaki jejak Proklamator RI bisa memberikan bulir-bulir refleksi kepada anak-anak muda di Babel. Sehingga bisa lebih menghargai perjuangan para pendiri bangsa dan berkomitmen baru untuk membangun negara dengan sepenuh hati. ‎

"Selamat berjuang," kata Megawati.

Dalam pelepasan ekspedisi tersebut turut hadir gubernur non aktif Babel Rustam Effendi yang juga calon petahana dari PDIP, Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga, dan Wakil Bendahara PDIP Rudianto Tjen.

Rustam Effendi dalam sambutannya ‎menambahkan bahwa Bung Karno dan Bung Hatta telah mengajarkan banyak hal soal spirit kebangsaan dan bernegara. Kerja kedua pendiri bangsa itu yang menancapkan pilar resmi nasionalisme Indonesia.

Dia meminta anak-anak muda menelusuri jejak kebangsaan para pendiri bangsa. Agar bisa menjadi pembuat sejarah yang berkualitas setara.

"Mari bergurulah pada guru nasional terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Telusuri dan resapi jejak beliau supaya bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia," kata Rustam.

Sementara, menurut Ketua BMI Babel Irham, akan ada 1000 lebih anak muda yang mengikuti ekspedisi tersebut. Pesertas terdiri dari berbagai sekolah menengah, komunitas seniman, dan komunitas pemuda petani serta pemuda nelayan.

"Selama ini kami banyak sibuk dengan media sosial. Hari ini kami tunjukkan bahwa perjuangantidak ketawa dan foya-foya tapi perjuangan meneteskan darah dan air mata," tegasnya. [wah] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya