Berita

Nasir Djamil/Net

Hukum

Manajemen Lapas Perlu Diubah

KAMIS, 09 FEBRUARI 2017 | 18:20 WIB | LAPORAN:

RMOL. Pengelolaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang ada di Indonesia penuh dengan dilema.

"Seperti yang kerap dikatakan almarhum Sutan Bhatoegana, ngeri-ngeri sedap. Ngeri kalau ketahuan ada napi yang pelesiran, sedap ya kalau ga ketahuan," kata anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil ketika menjadi pembicara pada dialektika Demokrasi bertema "Napi Plesiran, Kok Bisa???" di media center DPR, Kamis (9/20.

Nasir Djamil berbicara dalam acara itu bersama Pengamat Hukum Pidana UI, Akhiar Salmi.
Tema diskusi itu sendiri dianggap menyikapi kasus  napi pelesiran yang diangkat sebuah majalah.

Tema diskusi itu sendiri dianggap menyikapi kasus  napi pelesiran yang diangkat sebuah majalah.

Nasir menjelaskan, bukan hal baru kalau napi di Indonesia mudah sekali keluar dari selnya untuk melakukan berbagai kegiatan di luar lapas, seperti pelesiran yang terjadi di Lapas Sukamiskin tersebut.

"Petugas Lapas dilema antara peraturan dan perasaan. Ini yang sering berkecambuk. Karena napi ditahan  cukup lama, petugas lapas menganggap saudara. Akhirnya yang main adalah perasaan dan tidak menganggap penting lagi yang namanya peraturan. Kira- kira begitu yang terjadi di Lapas. Sehingga kejadian seperti itu kerap terjadi," ujar Nasir.

Hubungan yang terjalin baik ini mengakibatkan saling memanfaatkan. Makanya, kata dia, tidak mengherankan kalau ada istilah napi izin keluar seperti Pergi Pagi Pulang Petang (P4) dan Sehari Semalam Saja (SMS).

Nasir merasa, kasus seperti itu terjadi lantaran ada perubahan istilah penjara menjadi lapas. Dulu, ketika dipakai istilah penjara, orang takut masuk penjara. Bahkan ada syair lagu yang menggambarkan betapa menyeramkan yang namanya penjara.

"Ada syair lagu tentang penjara Tangerang, masuk gemuk pulang tinggal tulang. Sekarang malah orang masuk lapas, masuk gemuk, pulang makin gemuk. Seharusnya penjara membuat orang takut. Tapi saat ini orang dijembloskan ke bui, tak beda dengan orang yang yang berada di luar penjara. Yang membedakannya hanya tembok belaka," katanya.

Untuk itu dia mengusulkan agar manajemen lapas diubah dengan membentuk badan otonom. "Saya pernah mengusulkan bahwa lapas ini dibuat suatu badan otonom meskipun memang ini bukanlah satu-satunya solusi tetapi ini bisa mengurangi masalah yang berada di lembaga pemasyarakatan," katanya. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya