Berita

Hendri Satrio/Net

Nusantara

Survei KedaiKOPI: Program Ganjil Genap Tidak Efektif

KAMIS, 09 FEBRUARI 2017 | 12:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Program Ganjil Genap yang diterapkan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ternyata dinilai tidak efektif dalam mengurai kemacetan ibukota.

Hal itu sebagaimana hasil temuan dari survei terbaru yang dirilis Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI).

Founder KedaiKOPI Hendri Satrio menjelaskan bahwa survei terbaru yang dirilis ini merupakan respon masyarakat ibukota terhadap program alternatif dalam mengatasi kemacetan di Jakarta.


"Sebelumnya kami survei tentang pilihan transportasi warga Jakarta, kali ini kami ingin mengetahui respon publik tentang program Ganjil Genap dan rencana Electronic Road Pricing (ERP)," jelas Hendri dalam keterangan tertulinya, Kamis (9/2).

Dipaparkan Hendri bahwa sebanyak 71,75 persen responden menilai Program Ganjil Genap tidak efektif dalam mengatasi kemacetan.

"Hanya sebanyak 27 persen responden yang mengatakan efektif, sementara sisanya menjawab tidak tahu," ujar dosen Universitas Paramadina ini.

Sementara Program Electronic Road Pricing (ERP) yang akan diluncurkan justru mendapat respon lebih baik dari masyarakat. Walau tingkat respon positif masyarakat belum melewati level 50 persen.

"Hanya 32,75 persen responden mengatakan ERP akan efektif mengatasi kemacetan, sementara 64,25 persen berpendapat tidak akan efektif sementara sisanya tidak tahu," urai Hendri.

Survei ini dilakukan metode tatap muka dan melibatkan 400 responden. Survei dilakukan pada tangga 9 hingga 12 Januari 2017. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya