Berita

Natalius Pigai/Net

Nusantara

Komnas Ham Bentuk Kantor Perwakilan Di Papua Barat

KAMIS, 09 FEBRUARI 2017 | 08:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tengah menjajaki pembentukan kantor perwakilan di Papua Barat. Hal ini dilakukan berdasarkan hasil putusan sidang paripurna Komnas HAM pada 7 Desember lalu.

Sidang itu juga meminta tim yang dipimpin oleh Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dan beberapa komisoner untuk melakukan studi kelayakan serta berkomunikasi dengan DPRD dan Pemprov dan MRP untuk menyiapkan kelengkapan berkas administrasi yang diperlukan untuk selanjutkan keputusan akan diambil pada bulan Februari 2017.

"Maka 8 Februari 2017,  Komnas HAM secara  bulat telah memutuskan menerima naskah akademik untuk pembentukan Kantor Perwakilan Komnas HAM RI di Manokwari. Ini sebuah upaya yang tidak mudah untuk menghadirkan lembaga pengawas independen seperti Komnas HAM di Tanah Papua di tengah berbagai usulan dari provinsi lainnya.," ujar Natalius dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu, Kamis (9/2).


Dijabarkan Natalius bahwa saat ini Komnas HAM hanya memiliki 6 perwakilan. Sementara dengan dibentuknya kantor perwakilan di Papua Barat maka tanah Papua memiliki 2 kantor perwakilan dari 7 kantor perwakilan di seluruh Indonesia.

Selanjutnya Komnas HAM dan DPRD /Pemprov Papua akan MOU untuk konsisten pemajuan dan penegakan HAM, serta akan mengutus salah satu pejabat senior dan staf untuk bertugas setahun di Manokwari untuk mempersiapkan kapasitas kelembagaan, personil, sarana prasarana dan koordinasi dengan pemprov dan DPRD serta Sivil Cociety dan masyarakat.

"Dan inilah sedikit kontribusi saya untuk bangsa dan rakyat di tanah Papua dan lembaga ini akan bersuara untuk menyuarakan rintihan, ratapan, tangisan, dan kesediaan yang menghiasi saban di seluruh pelosok dari lepas pantai, pulau, pesisir, pedalaman dan pegunungan Papua dan Papua Barat," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya