Berita

Ahok/Net

Hukum

Saksi Fakta: Ahok Harus Minta Maaf

SELASA, 07 FEBRUARI 2017 | 16:21 WIB | LAPORAN:

Saksi fakta mengaku tidak memperhatikan betul pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 pada 27 September 2016 lalu. Karena itu, saksi tidak emosi pada waktu Ahok pidato.

saksi Jaenudin alias Panel bin Adim yang merupakan nelayan di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu mengatakan demikian saat menjawab pertanyaan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam sidang lanjutan kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (7/2).

Namun demikian, Jaenudin membeberkan, dirinya baru merasa tersinggung dan emosi setelah menonton ulang rekaman video pidato Ahok. Saat dipertontonkan oleh polisi dalam pemeriksaannya.


"Kan ditanya, Bapak tahu tidak disinggung soal Al-Maidah, saya tidak tahu, terus dikasih nonton. Baru saya tahu dia menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51. Kalau Pak Ahok bicara begitu ya harus minta maaf," jelas Jaenudin.

Saat mendengar pidato secara langsung, seingat Jaenudin, hanya mendengar ajakan Ahok untuk bekerja sama budidaya ikan kerapu dengan pembagian 80 banding 20. Kemudian, selaku gubernur DKI Jakarta, Ahok juga berjanji soal harga sembako di Kepulauan Seribu.

"Lalu Pak Ahok bilang 'kalau ada yang lebih bagus dari saya pilih yang lebih bagus dari saya'," kata Jaenudin menirukan ucapan Ahok. [wah] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya