Berita

Foto/Net

Bisnis

Vietnam Diproyeksi Jadi Pesaing Indonesia

Berebut Pasar ASEAN
SENIN, 06 FEBRUARI 2017 | 08:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, setidaknya ada tiga produk Indonesia yang bisa diandalkan untuk mengerek kinerja ekspor di pasar ASEAN.

Yaitu, produk sawit (Crude Palm Oil/CPO), makanan dan minuman (mamin), dan bahan tambang.

"Sebelum masuk ke pasar ASEAN yang penting, pelaku usaha harus memetakan lagi lebih detail. Misalnya, ekspor mamin, maka harus diketahui jenis mamin apa yang dibutuh­kan dan bisa diterima pasar," kata Hariyadi kepada Rakyat Merdeka, pada akhir pekan.


Hariyadi menyebutkan Ma­laysia, Kamboja, dan Thailand sebagai negara yang memi­liki prospek bagus untuk Indonesia menjajahkan produknya. Menurutnya, Vietnam akan menjadi pesaing utama Indo­nesia. Karena, mereka memi­liki karakter yang sama dengan Indonesia.

"Industri Vietnam sudah maju. Mereka sedang mengalami persolan berat karena Trans Pacific Partnership (TPP) tengah ada persoalan. Mereka juga kemungkinan akan mem­bidik pasar ASEAN," ungkap­nya.

Hariyadi optimistis pelaku usaha bisa memenangkan kompetisi karena bahan baku dan industri pengolahannya se­muanya berada di dalam negeri. Namun demikian, lanjut Hari­yadi, pemerintah harus tetap kerja keras untuk membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing. Bahan baku yang masih impor harus segera bisa diproduksi sendiri. Biaya energi yang masih besar harus ditekan menjadi lebih efisien. Dan, menaikan nilai tambah produk ekspor.

"CPO kita diekspor belum jadi, negara lain telah mengelola CPO dari kita menjadi bahan pangan. Intinya kita harus bisa menaikan nilai tambah," ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Siman­jorang juga optimistis bisa menguasai ASEAN.

"Pertumbuhan ekonomi kita masih dalam tren positif dan punya sumber daya alam (SDA), saya kira ASEAN bukan pasar yang sulit. Kita bisa menjadi mancan Asia," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyarankan pelaku usaha membidik pasar ASEAN untuk mengerek kinerja eskpor. Hal tersebut di­harapkannya bisa memperbaiki kinerja ekspor yang selama dua tahun ini tumbuh negatif.

Menurutnya, menggarap pasar ASEAN merupakan lang­kah paling realistis. Karena, beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa tengah menerapkan kebijakan proteksionis.  ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya