Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, setidaknya ada tiga produk Indonesia yang bisa diandalkan untuk mengerek kinerja ekspor di pasar ASEAN.
Yaitu, produk sawit (Crude Palm Oil/CPO), makanan dan minuman (mamin), dan bahan tambang.
"Sebelum masuk ke pasar ASEAN yang penting, pelaku usaha harus memetakan lagi lebih detail. Misalnya, ekspor mamin, maka harus diketahui jenis mamin apa yang dibutuhÂkan dan bisa diterima pasar," kata Hariyadi kepada Rakyat Merdeka, pada akhir pekan.
Hariyadi menyebutkan MaÂlaysia, Kamboja, dan Thailand sebagai negara yang memiÂliki prospek bagus untuk Indonesia menjajahkan produknya. Menurutnya, Vietnam akan menjadi pesaing utama IndoÂnesia. Karena, mereka memiÂliki karakter yang sama dengan Indonesia.
"Industri Vietnam sudah maju. Mereka sedang mengalami persolan berat karena Trans Pacific Partnership (TPP) tengah ada persoalan. Mereka juga kemungkinan akan memÂbidik pasar ASEAN," ungkapÂnya.
Hariyadi optimistis pelaku usaha bisa memenangkan kompetisi karena bahan baku dan industri pengolahannya seÂmuanya berada di dalam negeri. Namun demikian, lanjut HariÂyadi, pemerintah harus tetap kerja keras untuk membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing. Bahan baku yang masih impor harus segera bisa diproduksi sendiri. Biaya energi yang masih besar harus ditekan menjadi lebih efisien. Dan, menaikan nilai tambah produk ekspor.
"CPO kita diekspor belum jadi, negara lain telah mengelola CPO dari kita menjadi bahan pangan. Intinya kita harus bisa menaikan nilai tambah," ungkapnya.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman SimanÂjorang juga optimistis bisa menguasai ASEAN.
"Pertumbuhan ekonomi kita masih dalam tren positif dan punya sumber daya alam (SDA), saya kira ASEAN bukan pasar yang sulit. Kita bisa menjadi mancan Asia," katanya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyarankan pelaku usaha membidik pasar ASEAN untuk mengerek kinerja eskpor. Hal tersebut diÂharapkannya bisa memperbaiki kinerja ekspor yang selama dua tahun ini tumbuh negatif.
Menurutnya, menggarap pasar ASEAN merupakan langÂkah paling realistis. Karena, beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa tengah menerapkan kebijakan proteksionis. ***