Berita

Nusantara

Indonesia Bisa Menjadi Kawasan Taman Wisata Dunia

SENIN, 06 FEBRUARI 2017 | 01:47 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Membangun sebuah kawasan Taman Wisata Dunia tidak semudah membuat sebuah acara festival, yang mudah dilupakan ketika acara telah usai diselenggarakan.

Yayasan Taman Wisata Dunia atau dikenal dengan World Tourism Park Foundation (WTPF) telah lama merancang wilayah Indonesia untuk dijadikan sebagai "Kawasan Taman Wisata  Dunia" agar dapat dijadikan tujuan wisata utama oleh masyarakat dunia.

"Dengan beberapa potensi wisatanya yang memiliki level dunia, kami yakin Indonesia sangat layak dijadikan sebagai tamannya wisata dunia," ujar CEO WTP Foundation, Daniel Kumendong, dalam keterangan persnya, Minggu (5/2).


Untuk menjadikan wilayah Indonesia sebagai "Kawasan Taman Wisata Dunia", harus memiliki dasar yang kuat dan juga memerlukan proses panjang dan bertahap untuk membangun pondasi. Yang lebih penting lagi, dibutuhkan juga pemahaman dan dukungan dari masyarakat Indonesia sendiri.

Untuk mengantisipasi pertanyaan dari masyarakat dunia, yaitu apa yang menjadi dasar didaulatnya Indonesia sebagai taman wisata dunia, WTPF sendiri memiliki syarat sebagai dasar utama sebuah negara layak didaulat menjadi sebuah tamannya wisata dunia.

"Negara tersebut harus memiliki berbagai macam potensi wisata unggulan yang berkelas dunia di dalam satu wilayah yang tidak dimiliki oleh negara manapun di dunia," ujar  Daniel Kumendong.

WTPF telah menetapkan 45 lokasi wisata alam unggulan di 34 Provinsi Indonesia sebagai  komponennya, serta telah menginventaris 10 Potensi Wisata Unggulan Indonesia yang memiliki level dunia dalam satu kewilayahan di Indonesia sebagai pilarnya, yaitu wisata alam, wisata bahari, wisata udara, wisata budaya, wisata sejarah, wisata kuliner, wisata buah, wisata belanja, wisata fashion, dan wisata MICE.

Dengan 10 potensi wisata unggulan tersebut, WTPF akan membangun pondasi taman wisata dunia di wilayah Indonesia dengan menggunakan strategi "One Brand One Positioning". Ini sangat penting agar masyarakat Indonesia dapat menjadikan 10 Potensi Wisata Unggulannya tersebut sebagai Cor Ekonomi, sehingga akan tercipta pembeda antara Indonesia dengan negara lainnya di dunia.

"Kami tentu berharap agar Presiden Jokowi bisa ikut mendukung rencana deklarasi Indonesia sebagai kawasan taman wisata dunia karena ini sesuai dengan ekspektasi beliau saat menjabat Gubernur Jakarta beberapa tahun lalu," ujar Daniel Kumendong.

WTPF akan mendukung Pemerintah untuk memperkenalkan Indonesia sebagai  Kawasan Taman Wisata Dunia dengan menyiapkan sebuah sistem, guna menggerakkan  masyarakat di dalam kawasan tersebut agar bisa bersatu menjadi "Tim Publikasi" antar provinsi maupun antar negara, baik secara perorangan, kelompok, lembaga, maupun institusi, secara tepat guna dan tepat sasaran

Sistem tersebut akan dibangun melalui agenda "New9Wonderful of Indonesia" yaitu sebuah event voting yang akan melibatkan ke-45 lokasi wisata alam unggulan dari 34 Provinsi di Indonesia untuk dapat dipilih oleh masyarakat dunia, guna menentukan sembilan ikon dari Taman Wisata Dunia yang menurut mereka paling layak dan terfavorit untuk dikunjungi.

WTPF optimis, dengan ditetapkannya Indonesia sebagai kawasan tersebut maka akan tertanam di benak masyarakat dunia bahwa Indonesia adalah Taman Wisata Dunia yang paling layak dikunjungi sebagai tujuan utama wisata terbesar di dunia. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya