Berita

Tommy Sihotang/net

Politik

Merasa Difitnah, Penasihat Hukum Ahok Serang Balik SBY

SABTU, 04 FEBRUARI 2017 | 09:52 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tim kuasa hukum terdakwa kasus penistaan agama Basuki Purnama alias Ahok melancarkan serangan balik ke Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Salah satu pengacara Ahok, Tommy Sihotang, menyatakan, tidak pernah ada pernyataan dari pihaknya dalam persidangan Selasa lalu (31/1) soal memiliki hasil penyadapan terhadap percakapan via telepon antara SBY dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin.

"Tidak benar dikatakan ada penyadapan. Kalau benar pasti ada transkrip elektroniknya," tegas Tommy dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, yang digelar salah satu stasiun radio swasta, Sabtu (4/2).


Dia meluruskan bahwa yang dikatakan tim penasihat hukum Ahok di dalam persidangan itu adalah soal ada bukti percakapan antara SBY dan Maruf Amin, tetapi bukan penyadapan. Istilah penyadapan tidak keluar dari penasihat hukum Ahok.

Karena itu, untuk menjernihkan masalah pihaknya akan meminta Majelis Hakim menghadirkan Presiden ke-6 RI itu dalam persidangan Ahok. Alasannya, ditegaskan dia, karena SBY-lah yang meledakkan isu dugaan penyadapan terhadap dirinya.

"Dari mana dia tahu ada penyadapan. Jangan-jangan ada penyadapan yang beliau tahu," sindir Tommy.

Selain berusaha menyeret SBY ke persidangan Ahok, tim hukum juga sedang mempertimbangkan cara yang lebih keras karena merasa sudah difitnah oleh SBY.

"Pak SBY menyatakan penasihat hukum Ahok punya hasil penyadapan, itu bisa dikatakan fitnah karena tidak ada kami katakan ada penyadapan. SBY harus jelaskan dari mana ia tahu penyadapan itu. Kalau tidak, kami akan laporkan (ke kepolisian) terkait pencemaran nama baik," tutur Tommy. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya