Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Tuntut Usir TKA Cina, Buruh Akan Gelar Aksi Besar-besaran di 20 Provinsi

JUMAT, 03 FEBRUARI 2017 | 02:04 WIB | LAPORAN:

RMOL. Buruh Indonesia kembali mengagendakan aksi besar-besaran di 20 Provinsi pada 6 Februari 2017. Aksi ini diagendakan sebagai bentuk protes keras kepada pemerintahan Jokowi yang tak kunjung berpihak untuk memperhatikan nasib buruh Indonesia yang kian terjepit.
 
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan, aksi yang dipersiapkan untuk 20 Provinsi digelar serentak itu dikarenakan buruh kian menjerit dengan melambungnya harga-harga barang, serta tidak kunjung di-setop masuknya Tenaga Kerja Asing Ilegal asal Cina (TKA) ke Indonesia.
 
"Buruh menjerit dengan melambungnya harga-harga barang, seperti kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) 900 VA-yang merupakan komponen KHL(Komponen Hidup Layak buruh), naiknya harga cabai, premium yang sulit dicari, rencana kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram, dan kebutuhan harga pokok lainnya. Apalagi hal ini sangat dirasakan oleh jutaan buruh outsourcing yang tidak dipedulikan nasibnya oleh Pemerintah,” tutur Said Iqbal, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (2/2).
 

 
Said Iqbal menegaskan, puluhan ribu buruh itu juga akan mengepung Istana Kepresidenan karena merasakan ancaman membanjirnya TKA Cina Ilegal ketika sempitnya lapangan pekerjaan dan daya beli buruh menurun akibat upah murah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015.
 
"Bayangkan upah buruh tahun 2017 ini hanya naik  10 dolar amerika hingga 20 dolar amerika per bulan, itu setara dengan seharga satu kebab di Eropa, sedangkan TKA Cina Ilegal ada yang dibayar 10 juta rupiah per bulan. Sangat tidak adil,” ujarnya.
 
Hal itu, lanjut dia, sangat berbanding terbalik dengan korporasi migas yang dimanja oleh Pemerintah walaupun melanggar Undang Undang.
 
Adapun tuntutan para buruh dalam aksi kali ini, yakni Menolak Upah Murah dan menuntut pencabutan PP 78 Tahun 2015 dengan melakukan  Judicial Review Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. "Kita juga menuntut, usir TKA Cina Buruh Kasar,” sambung Said Iqbal.
 
Selanjutnya, buruh menyuarakan penolakan terhadap revisi Undang Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagkerjaan,  hapuskan outsourcing dan pemagangan, turunkan harga, termasuk tolak kenaikan harga listrik, BBM, Gas 3 Kg, cabai, dan kebutuhan pokok lainnya. Tegakkan kemandirian energi dengan membangun smelter dan pengelolaan Migas oleh Negara.
 
Iqbal menjelaskan, para buruh dari Jabodetabek akan melakukan aksi di Istana dan Mahkamah Agung dengan titik kumpul di Patung Kuda Indosat pada 6 Februari jam 10.00 WIB, sedangkan di wilayah lainnya melakukan aksi di kantor Gubernur masing-masing, seperti di Bandung, Surabaya, Semarang, Banda Aceh, Medan,  Batam, Banjarmasin, Gorontalo, dan sebagainya.
 
"Oleh karena itu kami mengundang rekan-rekan media untuk meliput aksi buruh di Istana dan serentak di 20 provinsi lainnya,” pungkasnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya