Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
RMOL. Buruh Indonesia kembali mengagendakan aksi besar-besaran di 20 Provinsi pada 6 Februari 2017. Aksi ini diagendakan sebagai bentuk protes keras kepada pemerintahan Jokowi yang tak kunjung berpihak untuk memperhatikan nasib buruh Indonesia yang kian terjepit.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan, aksi yang dipersiapkan untuk 20 Provinsi digelar serentak itu dikarenakan buruh kian menjerit dengan melambungnya harga-harga barang, serta tidak kunjung di-setop masuknya Tenaga Kerja Asing Ilegal asal Cina (TKA) ke Indonesia.
"Buruh menjerit dengan melambungnya harga-harga barang, seperti kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) 900 VA-yang merupakan komponen KHL(Komponen Hidup Layak buruh), naiknya harga cabai, premium yang sulit dicari, rencana kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram, dan kebutuhan harga pokok lainnya. Apalagi hal ini sangat dirasakan oleh jutaan buruh outsourcing yang tidak dipedulikan nasibnya oleh Pemerintah,†tutur Said Iqbal, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (2/2).
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15
UPDATE
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01
Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27
Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06
Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03
Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32
Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14