Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak tak begitu mempermasalahkan kedatangan Menko Maritim Luhut Pandjaitan ke kediaman Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin di jalan Deli Lorong 27, Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tadi malam.
Menurutnya, kedatangan Luhut untuk bersilaturrahim dengan Kiai Ma'ruf adalah sikap yang elok.
"Pejabat negara dengan sopan mendatangi tokoh agama bersama Kapolda dan Pangdam Jaya," ujar Dahnil (Kamis, 2/2).
"Bila kedatangannya terkait dengan tugas beliau sebagai pejabat negara dan posisi beliau sebagai Menko Maritim dipermasalahkan, kenapa tidak Menkopolhukam yang datang, ah bagi saya sudah bener kok," sambungnya.
Pasalnya, Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla fokus ke bidang Kemaritiman atau menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim.
Karena itulah, dia menambahkan, kedatangan Luhut tersebut sudah tepat.
"Jadi, sudah tepat, bila secara operasionalisasi dan simbolik semua permasalahan negara dan bangsa di bawah komando Menteri Koordinator Kemaritiman, yakni Pak LBP. Termasuk masalah lisan Ahok dan timsesnya yang menyebabkan kebisingan yang tidak berkesudahan itu," kata Dahnil disertai emoticon tersenyum.
Kehadiran Luhut bersama Pangdam, dan Kapolda tersebut dinilai terkait dengan persidangan kasus penistaan agama dengan Terdakwa Basuki T. Purnama.
Sidang tersebut menuai sorotan publik karena Ahok dinilai telah menghardik, bahkan menghina Kiai Ma'ruf Amin, yang dalam sidang tersebut sebagai saksi ahli. Ahok sendiri sudah meminta maaf.
[zul]