Berita

Foto/Net

Bisnis

Bank Wakaf Ventura Butuh Modal Awal Rp 1 Triliun

Sedang Digodok ICMI
KAMIS, 02 FEBRUARI 2017 | 09:52 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rencana mendirikan bank wakaf diharapkan bisa direalisasi tahun ini. Untuk itu, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mematangkan konsep pembentukan bank wakaf bermodal ventura.
 
Pekan lalu ICMI telah berkoor­dinasi dengan Menteri Agama, dan dilanjutkan dengan rapat bersama Menko Perekonomian. Selain itu, ICMI juga sudah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Wakaf, serta Kementerian Hu­kum dan HAM terutama me­nyangkut akta notaris.

Anggota Pokja Pembentukan Bank Wakaf Ventura sekaligus Wakil Bendahara ICMI, Suhaji Lestiadi menyebutkan, dalam awal pembentukannya, modal dasar sebe­sar Rp 1 triliun dengan modal awal disetor minimal Rp 200 miliar.


"Modal awal disetor Rp 200 miliar yang setiap tahunnya akan bertambah sesuai dengan penghimpunan dana wakaf. Dari ICMI modal dasar inginnya Rp 1 triliun. Presiden menyatakan ingin jadi yang memodali pertama kali, sedang didiskusikan," ujarnya di acara diskusi terkait Bank Wakaf di Jakarta, kemarin.

Suhaji menuturkan, dengan adanya bank wakaf ini akan mendorong pemerintah memi­liki sumber dana umat untuk diaktualisasikan. Selain itu, bank wakaf ini akan mensinergikan lembaga-lembaga wakaf yang sudah ada.

Menurut Suhaji, potensi dana wakaf sangat besar, namun saat ini penghimpunannya masih sangat kecil yakni hanya sebesar Rp 20-40 miliar. "Rencananya bank wakaf ini akan launching sekitar sebelum Ramadhan atau pada Juni 2017. Pengumpulan modalnya akan dilakukan sekitar 1-2 bulan lagi dari sekarang," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua ICMI Jim­ly Asshiddiqie mengatakan, jika sudah beroperasi, bank wakaf dikonsepkan bisa bertindak se­bagai nadzir (pengelola) wakaf tunai dari masyarakat. Dengan begitu dananya bergulir dari wakaf untuk pembiayaan bisnis.

Bank wakaf ventura tersebut, lanjut Jimly, nantinya akan membantu modal para pebisnis yang tidak lain merupakan ang­gota dari ormas-ormas Islam. Pemegang saham bank wakaf ini nantinya para ormas Islam, yang kemudian diharapkan mereka juga bisa menggerakkan roda organisasinya untuk memacu kegiatan bisnis jemaah.

"Karena kita ingin (bank wakaf) ini perusahaan, tapi bukan milik pribadi. Jangan sampai seperti Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang tadinya punya pribadi tapi kemudian jadi milik asing. Belajar dari situ kita tidak mau. Bank wakaf ini dimiliki umat, tapi diwakili ormas," katanya.

Jimly melanjutkan, pembentu­kan bank wakaf ini harus dilakukan secara berhati-hati dan profesional karena menyangkut uang besar. Apalagi tidak hanya menyangkut dana, tapi juga infrastruktur dan bangunan wakaf. Apabila bank wakaf ini sudah berjalan, imbuh­nya, bank tersebut tidak akan pernah merugi, karena dananya bergulir dan membesar terus.

"Yang paling penting, manfaat­nya kepada perekonomian umat itu lebih konkret dibandingkan bank prinsip syariah yang ada sekarang. Ini menjadi social enterprise pertama di dunia. Perusahaan manajemen wakaf di dunia itu ada di Dubai, tapi masih milik pribadi," sindir eks Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Menyoal ini, pengamat Ekonomi Syariah Agus Yuliawan mengata­kan, hadirnya bank wakaf ventura sebagai implementasi dari wakaf uang, yang sebelumnya telah diso­sialisasikan ke masyarakat.

"Melalui bank wakaf ven­tura inilah masyarakat yang akan beramal dalam bentuk wakaf, memiliki banyak variasi dalam mewakafkan hartanya dan tidak terjebak lagi dengan pola kon­vensional selama ini," tuturnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian Agama yang diperoleh OJK, wakaf tanah yang terdaftar 45 ribu hektare, yang hasilnya akan lebih optimal jika dikelola secara profesional. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya