Berita

Presiden Jokowi/Net

Bisnis

Jokowi: Kebijakan Money Follow Program Jangan Cuma Label

RABU, 01 FEBRUARI 2017 | 08:12 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Jokowi, kemarin, menggelar rapat terbatas (ra­tas) dengan jajaran kabinet kerja membahas perencanaan dan penganggaran untuk mengoptimalkan hasil pem­bangunan nasional tahun ini.

Jokowi meminta jajarannya memastikan perencanaan dan penganggaran, sinkron.

"Kita tidak mau mengulang terus lagu lama, antara peren­canaan dan penganggaran tidak sinkron. Yang direncanakan dengan yang dianggarkan berbeda, seolah-olah ini ada dua rezim, rezim perencanaan dan rezim penganggaran," kata Jokowi.


Jokowi mengatakan, pro­gram-program yang direncana­kan harus bisa dilaksanakan cepat dan dilakukan dengan baik. Terutama, program- program prioritas, jangan sam­pai ada yang meleset.

Presiden mengingat­kan agar kebijakan Money Follow Program, bisa betul-betul dijalankan dengan baik. Dia memerintahkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan betul-betul mengawal prosesnya.

"Jangan hanya sebatas la­bel, diberi label money follow program tapi dalam praktiknya tetap fumoney follow nction," ingatnya.

Seperti diketahui, money follow program adalah anggaran dialokasikan untuk program prioritas yang ditentukan bersama. Bukan lagi money follow functio, di mana anggaran dikucurkan kepada setiap pos di setiap lembaga.

Jokowi juga mengingatkan, agar masing-masing kementerian dan lembaga mencermati anggaran secara detail dan mengeceknya, apa sudah sesuai dengan pencapaian sasaran prioritas.

"Bongkar penyakit ego sekto­ral, cara berpikir yang terkotak-kotak yang akan memperlam­bat proses dan sebaliknya. Bappenas juga tidak boleh lagi terperangkap gaya sektoral atau bahkan perpanjangan tangan dari sektoral," ingat Jokowi.

Selain itu, Jokowi meminta, proses administrasi yang rumit dibikin sederhana. "Bangun komunikasi antar lintas ke­menterian dan lembaga. Laku­kan pengembangan sistem, informasi berbasis teknologi informasi untuk mendukung proses perencanaan anggaran yang kita ingin semuanya terintegrasi," pungkasnya. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya