Berita

Ma'ruf Amin/net

Politik

Ketum MUI Akui Sodorkan Rizieq, Tapi Bantah Kaitan Dengan GNPF

SELASA, 31 JANUARI 2017 | 19:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Ma'ruf Amin, mengakui merekomendasikan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, untuk diminta keterangannya sebagai ahli dari MUI.

Hal itu terkait perkara dugaan penistaan agama Islam yang menjerat Basuki Purnama (Ahok) saat masih dalam tahap penyelidikan di kepolisian.

"Memang betul, sebagai ahli agama," kata Ma'ruf saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan penistaan agama di Gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1).


Ma'ruf mengaku sudah bertemu dengan Rizieq sebelum merekomendasikannya. Namun, ia tidak membicarakan penunjukan dirinya menjadi ahli dari MUI dalam perkara Ahok. Menurut Ma'ruf, Rizieq memang mumpuni sebagai ahli agama mengingat pendidikan yang telah ditempuhnya.

"Bertemu ya, tapi tidak bicarakan. Karena dianggap menguasai, tamatan, Saudi S1, S2 dan S3 di Malaysia. Kita anggap ahli, menguasai masalah-masalah agama," terangnya, diberitakan RMOL Jakarta.

Penunjukan Rizieq menjadi ahli dari MUI saat itu ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas, dan salah seorang ketua bidang di MUI. Ma'ruf mengaku tidak menandatangani penunjukan Rizieq itu, namun memastikan penunjukan itu sah.

Meski demikian, Ma'ruf menegaskan MUI tidak berkaitan dengan Rizieq, juga dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI yang beberapa kali melakukan unjuk rasa menuntut Ahok dipenjara.

Terkait embel-embel MUI di belakang nama gerakan mereka, Ma'ruf mengatakan bahwa itu spontan dilakukan Rizieq dan kawan-kawannya tanpa meminta izin MUI. Bahkan MUI sebenarnya sudah mengingatkan untuk tidak melakukan hal itu.

"Kita enggak katakan setuju. Kita bilang jangan bawa-bawa atribut MUI dalam kegiatannya," ujarnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya