Berita

Foto: Humas Bakamla

Pertahanan

Harus Ada Grand Design Menjadikan Bakamla Lebih Profesional

SELASA, 31 JANUARI 2017 | 17:06 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Berdasarkan dinamika yang ada dalam penegakan hukum di laut, diperlukan upaya menyusun rancangan masa depan Badan Keamanan Laut RI (Bakamla) dalam bentuk grand design. Hal itu agar pengembangan dan pembaruan Bakamla menjadi terarah sesuai yang diharapkan pemerintah dan rakyat.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Ari Soedewo, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema "Penyusunan Grand Design untuk Mewujudkan Bakamla RI yang Profesional", di Ruang Serba Guna Kantor Pusat Bakamla RI, Jakarta Pusat, Selasa (31/1).

Disampaikan Kasubbag Humas Bakamla RI, Kapten Mar Mardiono, dalam siaran persnya, penjelasan tentang Bakamla RI disampaikan oleh Plt. Direktur Data dan Informasi Bakamla RI, Kombes Pol Drs. E. Brata Mandala.


Yang hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut antara lain Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Reformasi Birokrasi akuntabilitas aparatur, dan Pengawasan Kemenpan RB, Teguh Widjinarko, dan Kasubdit Bidang Pertahanan Kementerian PPN/Bappenas, Gunarta.

Selain mereka, hadir para penasihat Bakamla RI selaku pemateri, yaitu Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi, Mayjen TNI (Purn) R. Adang Ruchiatna, dan Prof. Dr. Rokhmin Dahuri.

Sesuai UU 32/2014, Bakamla RI bertugas melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan yurisdiksi Indonesia. Berkaitan dengan tugas tersebut, maka Bakamla RI ikut serta mewujudkan arah kebijakan pembangunan kelautan di bidang pengamanan wilayah dan aset maritim Indonesia.

Mengingat potensi sumber daya dan kekayaan maritim nasional yang perlu dijaga serta kewajiban untuk memenuhi hak rasa aman bagi pelayaran masyarakat maritim nasional dan internasional, maka upaya mewujudkan keamanan laut menjadi upaya prioritas.

"Konsep Keamanan Laut mencakup empat aspek, yakni secure, yaitu perasaan bebas dari gangguan fisik dan psikis; surety, yaitu perasaan bebas dari kekhawatiran; safety, yaitu perasaan terlindung dari segala bahaya; dan peace, yaitu perasaan damai lahir dan batin," jelas Laksdya TNI Ari Soedewo. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya