Berita

Net

Bisnis

Pemerintah Perlu Waspadai Kebijakan Trump

SELASA, 31 JANUARI 2017 | 16:27 WIB | LAPORAN:

Potensi Amerika Serikat menaikkan suku bunga Federal Reserve atau The Fed semakin besar. Terlebih, belum lama ini, Presiden Donald Trump mengeluarkan kebijakan proteksionis terkait perdagangan internasional yang akan memicu kenaikan inflasi dalam negeri.

Indonesia Development of Economic and Finance (Indef) meminta pemerintah dapat mewaspadai kebijakan suku bunga The Fed. Walaupun perdagangan bilateral tidak begitu besar namun karena mata uang yang digunakan adalah dolar maka secara otomatis akan berdampak bagi perekonomian Indonesia.

"Inflasi obatnya hanya satu, kenaikan suku bunga The Fed. Suku bunga naik dampaknya mempengaruhi pelemahan nilai tukar mata uang dunia terhadap Amerika. Ini yang dikhawatirkan, termasuk Indonesia," beber Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/1).
 

 
Menurutnya, kebijakan yang juga keluar dari Trans Pasific Partnership (TPP) dan kebijakan imigrasi yang diteken Trump dalam jangka pendek ini berdampak pada tekanan nilai tukar rupiah. Bahkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga sempat membuat pelaku usaha di sektor pasar saham kelimpungan.

"Jika proteksi ini dilakukan, lebih ekstrim akan mempengaruhi perubahan keseimbangan dunia. Di samping itu juga akan menekan IHSG. Para pelaku pasar modal pasti mulai risau, ini yang kita khawatirkan," jelas Enny.

Meski begitu, pelaku usaha di Indonesia diminta dapat meningkatkan nilai ekspornya. Sebab, kebijakan Trump yang kini mendapat banyak penolakan dari rakyatnya sendiri berpotensi membuat dolar anjlok.

"Jadi, begitu nilai tukar terdepresiasi, akan terjadi tekanan impor kita. Sehingga akan berdampak pada neraca perdagangan. Sayangnya ekspor kita tidak pernah memanfaatkan momentum depresiasi sebab masih ekspor komoditas, sehingga sekalipun rupiah mengalami penguatan tidak mampu berdampak positif bagi ekspor," demikian Enny. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya