Berita

Bisnis

Presiden Diminta Realisasikan Program Ekonomi di Indonesia Timur

SELASA, 31 JANUARI 2017 | 05:14 WIB | LAPORAN:

RMOL. Presiden Joko Widodo diminta untuk serius merealisasikan pembangunan sektor perekonomian di wilayah Indonesia Timur. Proses pembangunan kawasan atau wilayah Indonesia Timur selama ini masih setengah hati.
 
Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) Annar Salahuddin Sampetoding mengatakan, Indonesia belum menjadi tuan di negeri sendiri. Utamanya, dalam pengembangan perekonomian Indonesa Timur, Indonesia belum sesungguhnya menunjukkan kedaulatannya untuk berdikari secara ekonomi.
 
"Kita ini belumlah menjadi tuan di negeri sendiri. Kita mau dan meminta Presiden lebih serius mengembangkan sektor perekonomian di Kawasan Timur Indonesia,” ujar Annar Salahuddin Sampetoding, di Jakarta (Senin, 30/1).
 

 
Menurut dia, pihaknya juga meminta Presiden Jokowi agar menunjukkan keberpihakannya kepada pengusaha nasional, terutama yang berasal dari Kawasan Timur Indonesia, agar bersama-sama membangun dan mengembangkan kawasan sebagai wilayah perekonomian yang mandiri bagi Indonesia, sebagaimana tertera dalam Nawacita Sang Presiden.
 
"Meminta agar para pengusaha nasional baik, yang berasal dari maupun, yang memiliki minat mengembangkan potensi-potensi yang ada di wilayah Indonesia Timur dengan satu tujuan yaitu demi kemajuan perekonomian di wilayah tersebut,” ujarnya.
 
Annar berharap, Presiden Jokowi agar bermitra dengan para pengusaha Indonesia, baik di tingkat pemerintah pusat dan tingkat daerah, yang memberikan perhatian serius bagi pengembangan kawasan timur Indonesia. "Serta menjadi jembatan antara investor dan pengusaha di Indonesia Timur,” ujarnya.
 
Annar menegaskan, kini lembaga yang dipimpinnya itu adalah sebuah organisasi mandiri yang tidak dibiayai oleh pemerintah dan tidak berpolitik. Dia memimpikan bahwa 70 persen kegiatan adalah untuk bisnis ekonomi dan 30 persen kegiatan adalah sosial.

"Kerinduan kami adalah ada kebersamaan dalam mengembangkan Kawasan Timur Indonesia sebagai kawasan ekonomi yang mandiri dan harus nyata bahwa Indonesia harus menjadi tuan di negerinya sendiri,” tandasnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya