Berita

Kiai Said/Net

Nusantara

Kiai Said: Pemahaman Islam Di Indonesia Masih Rendah

SENIN, 30 JANUARI 2017 | 20:28 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengaku prihatin melihat rendahnya pemahaman masyarakat Indonesia terhadap ajaran Islam dan Ahlul Sunnah wal Jamaah.

Hal itu disampaikannya terkait hasil survei Alvara Research Center yang menyatakan Front Pembela Islam (FPI) sebagai ormas ketiga terbesar paling dikenal dan dianggap sebagai pembela Islam.

"Kesimpulan saya betapa masih rendah pemahaman mereka terhadap Islam dan Ahlul Sunnah wal Jamaah. Kalau orang sudah tertarik FPI terus dianggap membela Islam itu kan betapa rendahnya pemahaman Islam," kata Kiai Said saat pemaparan survei di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (30/1).


Kiai Said mengaku heran dengan umat muslim Indonesia yang justru menghujat saat dirinya berkoar tentang Islam sebagai agama yang toleran.

"Justru sebaliknya, saya yang mati-matian menunjukkan Islam toleran moderat dan toleran malah dicaci-maki. Saya sendirian dicaci, biarkan saja. Ini saya bilang rendah sekali pemahaman Islam di Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya, CEO dan Founder Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, penelitian terbaru lembaganya menunjukkan jika NU, Muhammadiyah dan Front Pembela Islam (FPI) merupakan tiga ormas Islam yang paling banyak dikenal oleh umat muslim Indonesia.

NU menempati posisi ormas paling dikenal yakni 97,0 persen, Muhammadiyah dengan 93,4 persen, dan FPI 68,8 persen. Kemudian ada Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) 35,5 persen, Persatuan Islam (Persis) 19,0 persen, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) 13,5 persen, dan Front Umat Islam (FUI) 9,8 persen.

Dalam temuan lainnya, umat muslim Indonesia mempersepsikan jika Muhammadiyah dan NU adalah ormas yang paling toleran. Fakta cukup mengejutkan, umat juga menilai jika FPI dan HTI adalah ormas beraliran keras.

"Namun FPI dan HTI dinilai sebagai pembela Islam," beber Ali.

Survei sendiri dilakukan dengan metode wawancara interview menggabungkan metode random sampling dengan jumlah responden 1626 orang di 34 provinsi yang berusia 17-65 tahun. Survei digelar pada minggu ke empat November hingga minggu pertama Desember 2016 dengan tingkat kesalahan 2,47 persen. [wah] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya