Berita

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud/net

Bisnis

Raja Arab Saudi Bawa Isu Kilang Minyak, Indonesia Jangan Mau Jadi Sapi Perahan

SABTU, 28 JANUARI 2017 | 11:22 WIB | LAPORAN:

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud akan berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret mendatang untuk memenuhi undangan Presiden Joko Widodo.

Selain karena undangan Jokowi, kedatangan sang raja juga berkaitan dengan isu-isu yang masih mengganjal dalam investasi Arab Saudi di Indonesia.

Demikian disampaikan pimpinan Komisi VI DPR RI, Inas N. Zubir. Menurutnya, program Pemerintahan Jokowi di sektor pengilangan minyak, perumahan rumah murah dan pariwisata telah menarik minat Arab Saudi untuk berinvestasi, terutama sekali investasi di sektor pengilangan minyak yang selama 10 tahun terakhir ini terabaikan.


Dalam program pembangunan kilang, Jokowi telah menginstruksikan Pertamina untuk segera merevitalisasi dan membangun kilang baru, dan kemudian Pertamina menyerjemahkan-nya dalam road map Grass Root Refinery (GRR) dan Refinery Development Master Plan (RDMP).

Investasi yang dibutuhkan untuk RDMP di Balikpapan sebesar US$ 4,6 miliar dan Cilacap US$ 5 miliar. Sedangkan investasi yang dibutuhkan untuk GRR di Bontang sebesar US$ 14 miliar dan Tuban US$ 14 miliar.

Inas menjelaskan, perusahaan minyak negara Arab Saudi, Saudi Aramco, telah dilengserkan dari GRR Tuban oleh perusahaan minyak yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pemerintah Rusia, Rosneft. Selain itu, Saudi Aramco juga menjadi investor di RDMP Cilacap, dimana JV Agreement-nya sudah ditanda tangani di bulan november 2016 yang lalu tetapi menuai protes dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB).

"Pasalnya adalah, dalam JV Agreement tersebut tampak benar bahwa Saudi Aramco memperoleh keuntungan yang lebih besar ketimbang Pertamina," kata Inas.

Dalam RDMP Cilacap tersebut Saudi Aramco akan membenamkan investasinya sebesar US$ 5 miliar untuk meningkatkan kapasitas kilang Cilacap dari 350 MBCD menjadi 400 MBCD, di mana kemudian komposisi kepemilikan kilang Cilacap berubah menjadi 55 persen Pertamina dan 45 persen Saudi Aramco.

Dalam JV Agreement diatur bahwa setelah RDMP Cilacap selesai, maka Pertamina harus membeli seluruh produk kilang Cilacap dengan harga IPP (Import Parity Price) atau harga import dengan formula MOPS (Mean Of Platts Singapore) yang tentunya sangat tidak menguntungkan bagi rakyat Indonesia.

"Isu tentang GRR Tuban dan RDMP Cilacap tersebut diperkirakan akan menjadi topik utama pembicaraan Pangeran Salman dengan Jokowi. RDMP Balikpapan dan GRR Bontang juga seksi untuk dibicarakan oleh kedua kepala negara, asalkan Indonesia tidak menjadi sapi perahan Saudi Arabia," ujar Inas. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya