Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berharap lulusan Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) dapat menjadi pelaku utama dan usaha mandiri di sektor kelautan dan perikanan.
"Saya ingin SUPM kita tidak memproduksi TKI, apalagi di kapal-kapal ikan asing. Lebih senang jika mereka terjun punya kapal 11 meter," tutur Menteri Susi di Kantor Pusat KKP, Jakarta.
Karena itu, ia memberikan sejumlah arahan kepada jajarannya untuk ditindaklanjuti.
"Ditjen Perikanan Tangkap coba tawarkan anak-anak SUPM dan Politeknik kita yang baru lulus untuk jadi nelayan, kasih bantuan. Dia lebih baik mandiri jadi entrepreneur kecil, daripada jadi TKI di kapal ikan asing," ujar Susi.
Kemudian BLU harus bisa menangkap peluang itu dengan memasukkan para lulusan satuan pendidikan KKP ke Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu) yang telah dibangun. Salah satunya SKPT di Morotai, Maluku.
"Tanya lulusan siapa yang mau jadi nelayan mandiri? Kita kasih kapal, kita jaring mereka jadi wirausaha dan pelaku utama,†jelasnya.
Selain itu, menurut Susi, masih banyak keuntungan lainnya bagi para lulusan yang menjadi nelayan. Salah satunya, untuk menjamin keselamatan profesi nelayan, KKP mengalokasikan anggaran khusus untuk asuransi nelayan.
"Asuransi langsung dapat dia sebagai nelayan. Dia jadi TKI belum tentu dapat asuransi. Jadi nelayan meninggal di laut dapat 200 juta. Yang mau jadi nelayan mandiri berapa orang? Suruh daftar. Itu ide yang saya pikir luar biasa. Mulai tahun depan kita programkan," tambah Susi.
Sebagai wadah resmi berbadan hukum, ia mendorong pelaku utama dan usaha kelautan dan perikanan untuk membentuk koperasi, termasuk bagi lulusan yang ingin menjadi nelayan.
"Bikin saja untuk lulusan koperasi alumni, kita sih bisa, dalam pembinaan BLU kita, supaya mereka tidak gagal sebagai nelayan. Bukankah mereka juga anak-anak nelayan? Anak-anak nelayan yang benar-benar ingin mandiri, kita berikan bantuan, buatkan mereka koperasi. Ditjen PDS (Penguatan Daya Saing) agar memastikan asistensi sampai mereka bikin koperasi dan mau melaut di mana saja. Jadikan mereka nelayan mandiri," tuturnya.
Susi menambahkan, KKP berkewajiban menyiapkan generasi perikanan yang mampu menghidupi diri sendiri dan ekonomi masyarakat sekitar.
"Doing something untuk kebaikan. Helping people. Ini sangat penting kesadaran ini di kita. Menjadi pejabat negara punya hati, punya nurani, punya cita-cita, punya idealisme untuk perbaikan negeri kita, untuk kebaikan saudara-saudara kita. Jadikan orang-orang kita mandiri," demikian Susi.
[wid]