Berita

Foto/Net

Bisnis

Wika Tetap Garap Proyek Kereta Cepat

Pinjaman CDB Baru Cair Bulan Depan
JUMAT, 27 JANUARI 2017 | 10:33 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menargetkan dana pinjaman dari China Development Bank (CDB) untuk pembangunan proyek kereta cepat segera cair. Penandatanganan pencairan­nya dilakukan pada akhir bulan Februari mendatang.

Wika memastikan, penger­jaan proyek kereta cepat tetap berjalan, meski pinjaman dari China belum cair.

Dirut Wika Bintang Perbowo mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa proses awal konstruksi. Seperti tes ta­nah (soil test) pada 500 titik dari total 2.000 titik yang diuji.


"Pencairan mudah-mudahan terealisasi bulan Februari dan bisa Financial Closing seiring selesainya beberapa urusan perjanjian antara konsorsium pembangun proyek ini dengan China," kata Bintang di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, beberapa per­janjian yang sudah bisa dis­elesaikan, salah satunya facility agreement. Saat ini hanya ting­gal beberapa urusan administrasi saja yang masih dibahas.

Adapun pendanaan untuk proses konstruksi awal, Wika masih menggunakan ekuitas sendiri sebesar Rp 2,4 triliun. Dana ini digunakan untuk pem­bangunan 26 kilometer (km) panjang lintasan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Bintang menambahkan, lokasi awal pembangunan proyek ini berada di wilayah perkebunan teh Walini. Lokasi ini lebih mu­dah dibangun karena lahannya milik PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) yang juga ikut dalam konsorsium proyek ini.

"Awalnya, kami bangun dulu dengan panjang 26 kilometer," katanya.

Seperti diketahui, proses pem­bangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung berjalan lam­bat. Sejak peletakan batu per­tama oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Januari tahun lalu, hingga sekarang proyek ini belum juga memasuki tahap konstruksi.

Penyebabnya, pembiayaan proyek yang rencananya dida­nai dari China tersebut masih belum dikucurkan. Akhir tahun 2016, Wika dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) telah melakukan pembahasan terkait penyelesaian proses pencairan dana pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Kedua pihak berangkat ke Beijing untuk bertemu dengan lembaga keuangan yang mem­berikan pinjaman, yaitu China Development Bank (CDB).

"Memang agak lama pros­esnya, karena Bank Sentral Chi­na memberi pengecualian bagi Indonesia untuk bekerja sama dengan CDB," ungkap Direktur Keuangan Wijaya Karya Steve Kosasih. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya