PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menargetkan dana pinjaman dari China Development Bank (CDB) untuk pembangunan proyek kereta cepat segera cair. Penandatanganan pencairanÂnya dilakukan pada akhir bulan Februari mendatang.
Wika memastikan, pengerÂjaan proyek kereta cepat tetap berjalan, meski pinjaman dari China belum cair.
Dirut Wika Bintang Perbowo mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa proses awal konstruksi. Seperti tes taÂnah (soil test) pada 500 titik dari total 2.000 titik yang diuji.
"Pencairan mudah-mudahan terealisasi bulan Februari dan bisa Financial Closing seiring selesainya beberapa urusan perjanjian antara konsorsium pembangun proyek ini dengan China," kata Bintang di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, beberapa perÂjanjian yang sudah bisa disÂelesaikan, salah satunya facility agreement. Saat ini hanya tingÂgal beberapa urusan administrasi saja yang masih dibahas.
Adapun pendanaan untuk proses konstruksi awal, Wika masih menggunakan ekuitas sendiri sebesar Rp 2,4 triliun. Dana ini digunakan untuk pemÂbangunan 26 kilometer (km) panjang lintasan kereta cepat Jakarta-Bandung.
Bintang menambahkan, lokasi awal pembangunan proyek ini berada di wilayah perkebunan teh Walini. Lokasi ini lebih muÂdah dibangun karena lahannya milik PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) yang juga ikut dalam konsorsium proyek ini.
"Awalnya, kami bangun dulu dengan panjang 26 kilometer," katanya.
Seperti diketahui, proses pemÂbangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung berjalan lamÂbat. Sejak peletakan batu perÂtama oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Januari tahun lalu, hingga sekarang proyek ini belum juga memasuki tahap konstruksi.
Penyebabnya, pembiayaan proyek yang rencananya didaÂnai dari China tersebut masih belum dikucurkan. Akhir tahun 2016, Wika dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) telah melakukan pembahasan terkait penyelesaian proses pencairan dana pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Kedua pihak berangkat ke Beijing untuk bertemu dengan lembaga keuangan yang memÂberikan pinjaman, yaitu China Development Bank (CDB).
"Memang agak lama prosÂesnya, karena Bank Sentral ChiÂna memberi pengecualian bagi Indonesia untuk bekerja sama dengan CDB," ungkap Direktur Keuangan Wijaya Karya Steve Kosasih. ***