Berita

Foto/Net

Bisnis

Garuda Indonesia Ngarep 76 Bandara Dikembangkan

Bidik Potensi Pasar 4 Juta Penumpang
JUMAT, 27 JANUARI 2017 | 10:19 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Garuda Indonesia (Persero) berharap 76 bandara di sejumlah daerah yang runway (landasan pacu)-nya masih 800-1.200 meter, dikembangkan lagi. Pasalnya, ada potensi pasar 4 juta penumpang bila bandara tersebut diperbesar.

Direktur Utama Garuda In­donesia M Arif Wibowo menga­takan, ada beberapa daerah yang berpotensi mengalami pertum­buhan ekonomi yang hingga kini masih belum tergarap optimal.

"Ada daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup tinggi karena populasinya besar, tapi pasarnya belum tergarap baik. Perlu pengembangan, salah satunya meningkatkan akses melalui penerbangan," ujarnya saat ditemui di Jakarta, kemarin.


Menurut Arif, potensi pasar yang bisa digarap antara 2,5 juta sampai 4 juta penumpang per tahun bila dilakukan pengemban­gan penerbangan di 76 bandara tersebut. Beberapa di antaranya Karimun Jawa, Banda Naira, Tan­jung Enim, dan Pulau Seram.

"Dari 76 bandara ini, ada 16 yang sudah siap, tidak perlu dinaikkan fasilitasnya. Seperti Pavement Classification Number (PCN) serta fasilitas pemadam kebakaran. Nah, tapi masih ada 60 bandara lainnya yang sekarang masih masuk kategori empat dan ini mesti dinaikkan dulu kategorinya," jelas Arif.

Revitalisasi bandar udara ini masuk domain operator bandara seperti PT Angkasa Pura 1 dan PT Angkasa Pura II. Rencanan­ya, akan dilakukan kerja sama dengan pihak-pihak terkait. Ter­masuk Kementerian Perhubun­gan dan Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

"Sudah diskusi dengan Ke­menterian BUMN, kita juga har­us bersinergi dengan perusahaan BUMN lainnya," katanya.

Arif menyatakan, perseroan membutuhkan pesawat-pesawat yang memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat di lahan terbatas atau short take off and landing (STAL) di bandara tersebut.

Kapasitas angkut pesawat kriteria STAL hanya mencapai 50 penumpang. Ia memperkira­kan, dari 76 bandara yang akan dilayani Garuda Indonesia dalam lima tahun mendatang, pihaknya bisa melayani 21 sampai 106 rute baru.

"Jangka pendeknya, kami sudah dapat mengeksplorasi 16 bandara dan bisa untuk melayani 21 rute. Targetnya, semua bisa sampai 106 rute dalam lima ta­hun ke depan. Menghubungkan kota ke kabupaten dan beberapa kota kabupaten ke provinsi," katanya.

Terkait penerbangan interna­sional menuju Amerika, pihaknya masih menunggu kepastian dari pemerintah Jepang karena nanti­nya penerbangan akan transit di negara tersebut.

"Sedang di-follow up, se­dang ditindaklanjuti di tingkat Kementerian Jepang. Apakah mereka akan memberikan hak angkutnya yang kelima. Kalau ini memungkinkan untuk diman­faatkan, maka dapat memberikan nilai tambah untuk penerbangan ke Amerika," ungkap Arif.

Ia berharap, Garuda Indonesia bisa mendapatkan daily flight (penerbangan harian) untuk rute ke Amerika. Namun, kerja sama ini bersifat G to G (Government to Government).

"Yang mengajukan rute itu Kementerian Perhubungan kar­ena ini sifatnya G to G. Tapi, ka­lau bisa daily flight, terbang tiga sampai tujuh kali seminggu," tandasnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya