Berita

Sri Mulyani Indrawati/Net

Bisnis

Menteri Ani Akui Laju Inflasi 2017 Sulit Dikendalikan

JUMAT, 27 JANUARI 2017 | 10:01 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah mengkalku­lasi, pengendalian inflasi pada 2017 lebih berat dibanding tahun 2016. Menteri Keuan­gan Sri Mulyani Indrawati menerangkan, inflasi 2016 rendah disebabkan minimnya kontribusi komponen harga yang diatur pemerintah (ad­ministered price ).

Sedangkan untuk tahun ini, komponen harga yang diatur oleh pemerintah berpotensi memberikan banyak dikontri­busi terhadap inflasi.

"Salah satu tantangan yang tidak mudah. Karena kebi­jakan fiskal 2017 yang sudah di-approve dewan bersama pemerintah, ada beberapa pol­icy dalam kebijakan APBN perubahan alokasi subsidi dan cara pembayaran subsidi yang berimplikasi beberapa barang dan komoditas," ungkap Sri Mulyani dalam acara CIMB Niaga Economic Forum 2017, di Jakarta, kemarin.


Oleh karena itu, Ani, pang­gilan akrab Sri Mulyani, menu­turkan, perlunya mengubah strategi supaya inflasi tetap stabil. Menurutnya, pemer­intah perlu menjaga keseim­bangan dari sisi harga pangan bergejolak (volatile food) dan inflasi inti.

Kepala Ekonom PT Bank Tabungan Negara Tbk Winang Budoyo sependapat bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga minyak, akan menekan inflasi sepan­jang tahun ini.

"Harga minyak mentah mulai bergerak naik. Hal ini akan diir­ingi oleh ketidakpastian global seperti rencana kebijakan ek­spansif Amerika Serikat ala Donald Trump, dampak Brexit dan faktor geopolitik di Eropa yang cenderung menyebabkan dolar Amerika Serikat ikut me­nanjak," terangnya.

Namun demikian, Winang optimistis kenaikan inflasi tidak akan banyak.

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melapor­kan, Indonesia mencatatkan inflasi sebesar 0,42 persen pada Desember 2016. Adapun ting­kat inflasi untuk tahun kalender (Januari-Desember) mencapai 3,02 persen.

Sebelumnya, Tim Pengen­dalian Inflasi (TPI) dan Kel­ompok Kerja Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Pokjanas TPID) telah meng­gelar rapat untuk menghadapi tekanan inflasi tahun ini.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo men­gatakan, pemerintah dan BI akan berupaya menjaga target inflasi di angka 4 persen plus minus 1 persen untuk tahun 2017.

Agus menyebutkan tantan­gan dalam menjaga inflasi tahun ini. Dari sisi eksternal, ada kenaikan harga komoditas dunia. Hal ini diproyeksi akan mengerek kenaikan harga. Dari sisi internal, tantangannya, pencabutan subsidi listrik 900 volt ampere (VA), dan penye­suaian harga bahan bakar min­yak (BBM) umum. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya